Selasa, 23 Jul 2019 08:29 WIB

AS Punya Sistem Pertahanan Baru untuk Lawan Drone

Anggoro Suryo Jati - detikInet
USS Boxer. Foto: Mass Communication Specialist 2nd Class Jesse Monford/U.S. Navy via AP USS Boxer. Foto: Mass Communication Specialist 2nd Class Jesse Monford/U.S. Navy via AP
Jakarta - Sebuah kapal milik US Navy, angkatan laut Amerika Serikat, yang berada di Teluk Persia disebut menggunakan sistem pertahanan anti drone baru dan berhasil menjatuhkan drone milik Iran yang mendekat ke kapan tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Department of Defense (DoD) -- Departemen Pertahanannya AS -- mengkonfirmasi bahwa USS Boxer, yang tengah melindat di Selat Hormuz didekati oleh sebuah drone sayap tetap sampai jarak yang dianggap membahayakan, dan memaksa kru kapal mengambil tindakan defensif.

Meski pihak Iran menepis tudingan tersebut, hal ini tak menutupi fakta bahwa USS Boxer memang mempunyai sistem pertahanan anti drone baru yang bernama MRZR LMADIS, atau kepanjangannya adalah Light Marine Air Defense Integrated System.

Sistem tersebut dipasang di sebuah kendaraan bernama Polaris MRZR, yang sempat muncul dalam foto yang diposting oleh DoD. Dan aksinya kali ini -- jika benar -- adalah pertama kalinya senjata generasi baru milik AS itu menelan korban.




MRZR LMADIS adalah sebuah sistem yang terdiri dari dua kendaraan. Yaitu satu merupakan 'command node' dan yang satunya adalah 'sensor node' Kendaraan tersebut dilengkapi dengan sensor radar, kamera, dan pendeteksi sekaligus pengacau (jammer) frekuensi radio.

Insiden ini terjadi sebulan setelah militer Iran menembak jatuh drone mata-mata milik AS di area yang sama, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Senin (22/7/2019).


Militer AS beberapa tahun belakangan mulai membangun sistem pertahanan baru setelah semakin banyaknya drone komersial murah beredar di pasaran. Dan sistem anyar tersebut disebut sebagai cara murah untuk mengatasi ancaman dari drone ketimbang menggunakan misil yang harganya mahal.

Beberapa tahun lalu, sebelum punya sistem pertahanan ini, AS pernah menggunakan misil Patriot seharga USD 3 juta untuk menjatuhkan sebuah drone yang harganya tak lebih dari USD 200.

Sebelumnya, militer AS juga sudah melakukan sejumlah eksperimen terkait penggunakan senjata jenis baru untuk melawan drone dan misil. Contohnya adalah Tactical High Power Microwave Operational Responder (THOR) yang dedesain untuk menjatuhkan sekelompok drone sekaligus.




Simak Video "Drone Dimanfaatkan Petani Tanzania Pelihara Tanaman Padi"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/krs)