Senin, 22 Jul 2019 17:27 WIB

Pergantian Logo, Gojek Tandai Inovasi Jadi Super App

Faidah Umu Sofuroh - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Gojek yang telah berdiri sejak 2010 kini telah berevolusi menjadi platform teknologi yang merambah di Asia Tenggara. Sejak meluncurkan aplikasi Gojek pada 2015, Gojek telah berkembang tak hanya pada layanan Go-Ride saja namun juga merambah ke layanan lain seperti Go-Send, Go-Food, Go-Life dan Go-Shop. Hal ini coba dikenang oleh Co-Founder Gojek Kevin Aluwi di markasnya.

"Bahwa kita sebenarnya adalah 3 aplikasi super. Mungkin dari yang temen-temen liat aplikasi super kita itu yang paling besar satu yaitu untuk para konsumen kami. Terus kita sebenernya aplikasi super yang menggerakkan tiga hal yaitu orang lewat transportasi, kita menggerakkan barang seperti makanan juga seperti paket-paket e-commerce lewat pelayanan Go-Send, dan kami menggerakkan uang lewat layanan Go-Pay," ungkap Kevin di Kantor Go-Jek Pasaraya, Senin (22/7/2019).

Tiga aplikasi super yang dimaksud Kevin adalah Gojek sebagai super app bagi costumer, driver, dan merchant. Kevin mengatakan, meluncurnya logo baru dari Gojek bukan berarti mengubah visi Gojek. Melainkan bentuk representatif bisnis perusahaan yang terus tumbuh sebagai perusahaan di bidang teknologi dan menjadikannya sebagai super app.




Kevin mengklaim bahwa status super app pada Gojek sebenarnya sudah lama, tapi baru santer terdengar setahun belakangan ini. Dengan 3 super app yang dimiliki Gojek, perusahaan ini ingin memberikan layanan terbaik, baik itu terhadap konsumen, driver, maupun mitra merchant.

"Super app untuk konsumen ini sebenarnya tujuan kita untuk mencakupi segala jenis transaksinya yang dilakukan oleh seluruh masyarakat. Lebih dari 20 layanan yang ada pada super app ini kita bisa mencukupi segala kebutuhan sehari-hari, dari apapun yang diperlukan dari pagi, siang sampai malam," ungkapnya.

Video: Jadi yang Pertama Adalah Kunci Go-Jek Gaet Milenial

[Gambas:Video 20detik]



Lebih lanjut ia menjelaskan mengenai 2 super app lainnya yang dimiliki Gojek. "Yang kedua ini adalah aplikasi super untuk mitra-mitra driver. Nah ini kita launching pada versi pertama pada tahun 2015 bersama dengan launching aplikasi mobile app yang tadi sudah dijelaskan. Ketiga ini yang terbaru, yaitu aplikasi super app untuk merchant. Ini aplikasi yang terbaru karena ini merupakan suatu kesadaran yang ada di dalam tim kami, bahwa ekosistem kami juga ada member ketiga nih yang tidak kalah penting dengan driver dan konsumen, yaitu merchant," jelasnya.

Beda Negara, Masih Beda Nama

Meski di Indonesia telah mengalami perubahan logo, Gojek belum ada rencana untuk menyeragamkan nama layanannya di negara lain. Sebab menurut Kevin, produk dan layanan menjadi penentu sukses tidaknya bisnis perusahaan.

"Menurut kita layanan-layanan seperti kita itu selalu sifatnya kan lokal. Jadi menurut kita itu bukan faktor. Menurut kita faktor (menang atau tidaknya) dari produk serta layanan mana yang terbaik," tuturnya.




Di samping itu, Founder dan CEO Go-jek Global Nadiem Makarim sempat menceritakan bagaimana perjalanan Go-Jek yang tadinya tidak memiliki investor hingga kini berevolusi menjadi decacorn pertama dari Indonesia. Ini karena selama 9 tahun Gojek terus berubah, mengikuti perkembangan kebutuhan para konsumen.

"Gojek sekarang sudah menjadi suatu simbol bukan hanya naik ojek, naik mobil. Gojek bukan hanya ride hailing, bukan hanya food delivery, bukan payment. Tapi sesuatu yang berbeda. Suatu gabungan, suatu kolektif dari layanan-layanan tersebut. Dan untuk itu kita membutuhkan suatu simbol baru. Kita butuh suatu simbol yang bisa mewadahi evolusi kita selama ini," pungkas Nadiem. (prf/krs)