Jumat, 19 Jul 2019 19:47 WIB

Go-Jek Tawarkan Layanannya ke 5.000 Mahasiswa Baru UI

Akfa Nasrulhak - detikInet
Foto: Dok. Go-Jek Foto: Dok. Go-Jek
Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru, Go-Jek bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI). Aplikasi Go-Jek dapat dimanfaatkan untuk mempermudah mahasiswa mengatasi kesulitan dan batasan sehari-hari di kampus, seperti pembayaran non-tunai dan pesan antar makanan.

Chief of Corporate Affairs Go-Jek Nila Marita menjelaskan, sebagai perusahaan teknologi Go-Jek percaya pemanfaatan teknologi akan membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat luas.

"Kami menyadari bahwa mahasiswa memiliki aktivitas yang padat dan sering kali sulit dalam mengatur waktu mereka. Dengan layanan-layanan yang kami tawarkan, kami berharap mahasiswa dapat dengan mudah dan nyaman menuntut ilmu," ujar Nila, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/7/2019).




Dalam acara 'Welcoming Mahasiswa Baru (Maba) 2019 powered by Gojek' di area parkir Balairung UI, Go-Jek turut menyambut 5.000 mahasiswa baru serta orang tua dalam bazar dua hari pada 17-18 Juli 2019.

Dengan semangat 'Kuliah Mudah' dengan Go-Jek, lebih dari 5.000 mahasiswa baru serta orang tua menikmati berbagai makanan dan minuman dengan promo Go-Pay, dan pijat gratis di booth Go-Massage. Selain itu, mahasiswa juga bisa mendapatkan berbagai voucher untuk layanan Go-Jek lainnya yang dapat memudahkan penyesuaian diri mahasiswa baru dalam dunia perkuliahan dengan mudah dan nyaman.

Dengan lebih dari 21 layanan on-demand, lanjut Nila, Go-Jek menyelesaikan berbagai permasalahan keseharian pengguna, dan hadir menjadi teman yang mampu menciptakan perasaan kekeluargaan yang dibutuhkan mahasiswa baru memasuki dunia perkuliahan yang masih terasa asing. Go-Jek menawarkan berbagai kemudahan bagi mahasiswa untuk membantu pengaturan waktu sehingga lebih efisien dan nyaman selama berkuliah.




Dengan kemudahan yang ditawarkan oleh Go-Jek, Nila berharap para mahasiswa dapat dengan nyaman memasuki dan menjalankan dunia perkuliahan.

Dalam acara tahunan menyambut mahasiswa baru tersebut, mereka beserta orang tua yang menemani mahasiswa dapat melakukan proses pembuatan kartu mahasiswa. Dengan adanya acara ini, mahasiswa baru dapat mengorientasikan diri dengan lingkungan kampus sebelum memulai perjalanan di jenjang perkuliahan.

Sebagai informasi, mahasiswa baru saat ini kebanyakan terdiri dari generasi kelahiran tahun 1997 sampai 2017, yang kerap dipanggil generasi Z. Hasil riset dari Think with Google pada tahun 2017 menunjukkan bahwa 95% generasi Z memiliki smartphone dan menghabiskan kebanyakan waktu mereka bermain smartphone. Maka dari itu sangatlah penting untuk mendorong penggunaan smartphone yang positif agar menjadi sarana yang bermanfaat bagi generasi Z.




Simak Video "Angin Segar untuk Go-Jek di Tengah Kontroversi Mengaspal di Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed