Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
\'Mau Naik Gaji?\'
Menarik, Peluang Kerja TI di Singapura
\'Mau Naik Gaji?\'

Menarik, Peluang Kerja TI di Singapura


- detikInet

Jakarta - Menurut sebuah penelitian, akan terjadi peningkatan lowongan pekerjaan sektor Teknologi Informasi di Asia. Permintaan terbesar datang dari Singapura. Standar gaji pun diperkirakan akan naik.Hal itu terungkap dari laporan penelitian agen sumber daya manusia Hudson di empat wilayah Asia: Cina, Hong Kong, Singapura, dan Jepang. Survei dilakukan terhadap para eksekutif pengambil keputusan di berbagai perusahaan. Di Cina, menurut survei tersebut, 68 persen eksekutifnya mengindikasikan keinginan menambah jumlah karyawan. Di Hongkong, 52 persen responden ingin mengangkat karyawan lebih banyak pada kuartal terakhir 2005.Di Cina, pengangkatan karyawan jadi masalah gengsi yang tak main-main. Google dan Microsoft, misalnya, sampai harus bertarung ke pengadilan untuk memperkarakan 'gara-gara' Kai Fu Lee.Meski kepindahannya ke Google sedang diperkarakan, Kai Fu Lee kini sudah diperbolehkan mencari karyawan untuk unit Google di Cina. Ini menjadi salah satu unsur pendongkrak nilai pekerja TI di Cina. Secara spesifik, pertumbuhan lowongan kerja di sektor telekomunikasi dan teknologi informasi (TI) di Asia diperkirakan akan positif. Pada sektor TI dan telekomunikasi di Cina, 70 persen responden optimis akan adanya pertumbuhan pekerjaan. Di Jepang, 63 persen responden juga berharap adanya penambahan karyawan.Survei Hudson menjaring 2300 responden, yang merupakan pengambil keputusan, dari organisasi yang berbeda-beda di semua sektor industri.Permintaan terhadap profesional di bidang TI tertinggi berasal dari Singapura. Bulan Mei 2005, menurut sebuah perusahaan rekrutmen, beberapa perusahaan teknologi di Singapura membuka lowongan pekerjaan. Meski begitu, sektor perbankan adalah yang paling aktif mencari pekerja TI. Dalam penelitian Hudson itu juga ditemukan, diperkirakan akan terjadi peningkatan pendapatan dalam waktu 12 bulan. Di Cina, 83 persen responden memperkirakan terjadinya kenaikan gaji dalam waktu 12 bulan. Optimisme serupa terjadi di Hong Kong (83 persen responden), Singapura (72 persen) dan Jepang (46 persen). Soal pergantian tenaga kerja (turn-over), Singapura disebut memiliki level tertinggi. Lebih dari 90 persen perusahaan di negeri jiran tersebut melaporkan kehilangan karyawan dalam 12 bulan. Jepang, dengan perekonomian yang lebih kuat, memiliki tingkat pergantian karyawan paling kecil (74 persen).Survei Hudson ini memang tidak menjangkau wilayah Indonesia, namun optimisme lowongan pekerjaan dan kenaikan gaji di Singapura patut jadi pertimbangan. Bukan tidak mungkin Indonesia jadi pemasok utama tenaga kerja di bidang TI. (wsh/)







Hide Ads
LIVE