Kamis, 27 Jun 2019 13:55 WIB

Kisah Bill Gates dan Air Mata di Bulan Juni

Kris Fathoni W - detikInet
Bill Gates pada momen 27 Juni 2008, ditemani Steve Ballmer. (Foto: Robert Sorbo-Microsoft/Handout/Reuters) Bill Gates pada momen 27 Juni 2008, ditemani Steve Ballmer. (Foto: Robert Sorbo-Microsoft/Handout/Reuters)
Jakarta - Bill Gates tak kuasa menahan air mata di hadapan sejumlah karyawan Microsoft pada sebuah momen tepat di tanggal 27 Juni 2008, 11 tahun yang lalu. Ini kisahnya.

Gates, yang saat itu menempati posisi chairman Microsoft, tampil di panggung kecil di hadapan para karyawannya di markas perusahaan di Redmond, Washington. Itu merupakan ajang perpisahan pada hari terakhirnya di posisi tersebut.

Saat itu, Gates hendak meninggalkan posisi penuhnya sebagai eksekutif Microsoft. Ia mau fokus ke organisasi filantropisnya bersama istri -- Yayasan Bill & Melinda Gates. Selepas acara perpisahan tersebut, Gates diplot sebagai chairman non-eksekutif dan masih tetap di Microsoft walaupun tidak secara penuh alias paruh waktu.




Di atas panggung perpisahan, sosok yang mendirikan Microsoft bersama Paul Allen pada tahun 1975 tersebut ditemani oleh Steve Ballmer selaku chief executive Microsoft masa itu.

"Tidak ada satu hari pun dalam hidup yang aku jalani tanpa memikirkan Microsoft, dan hal-hal indah yang sedang dilakukan dan keinginannya untuk terus memberikan bantuan," kata Gates dalam pidato tanggal 27 Juni 2008 itu, seperti dikutip Reuters.

Reuters, dalam artikelnya, juga menyebut bahwa Gates menuntaskan kalimatnya seraya menyeka air mata. Para karyawan Microsoft di hadapannya lantas merespons dengan gemuruh tepuk tangan seraya berdiri penuh apresiasi.




Ballmer, yang juga dikenal cukup dekat dengan Gates, tak kalah emosional. Disebutkan bahwa jebolan universitas Harvard itu sampai sempat tercekat ketika berusaha menggambarkan seberapa besar Gates punya dampak buat Microsoft dan masyarakat secara umum.

Kisah Bill Gates dan Air Mata di Bulan JuniFoto: Robert Sorbo-Microsoft/Handout/Reuters

"Sulit menggambarkan seberapa besar harus berterima kasih ke Bill. Bill adalah sang pendiri. Bill adalah si pemimpin," ucap Ballmer.

"Kita sudah diberikan peluang yang amat sangat besar dan Bill-lah yang memberi kita kesempatan tersebut," tuturnya penuh haru pada momen 11 tahun lalu itu.





(krs/fyk)