Rabu, 26 Jun 2019 21:37 WIB

Bantu Warteg Naik Kelas demi Tingkatkan Kualitas Masyarakat

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Wahyoo Foto: Wahyoo
Jakarta - Wahyoo punya keinginan dapat membantu warung tegal (warteg) dan warung makan tradisional naik kelas. Efeknya kualitas masyarakat Indonesia pun jadi meningkat, bagaimana bisa?

Berbincang dengan detikINET, Founder sekaligus CEO Wahyoo Peter Shearer bercerita banyak saat awal-awal startup berdiri.

Wahyoo berdiri satu setengah tahun lalu. Lewat startupnya itu Peter ingin memodernkan warteg dan warung makan agar tidak terlindas zaman. Semangatnya itu tercermin dari nama dan logo Wahyoo.




"Nama Wahyoo punya arti sesuatu yang diilhamkan dari tuhan buat kita kerjakan. Dari dulu orang kenal warteg dengan segala permasalahannya, tapi tidak ada yang bantu bereskan. Jadi lewat Wahyoo ini bagaimana kami benar-benar diberitahukan ada sesuatu (masalah) dan kami mengerjakan (solusinya)," jelas Peter.

"Sementara makna warna kuning pada logo bermakna cerah. Wahyoo ingin memberikan masa depan cerah pada pemilik warung makan. Lalu ada simbol senyum, Wahyoo ingin pemilik warung makan lebih bahagia dan lebih sejahtera setelah bergabung," lanjutnya.

Warteg Naik Kelas, Kualitas Masyarakat Indonesia MeningkatFoto: Wahyoo

Tim awal Wahyoo hanya beranggotakan tujuh orang yang bertugas melakukan validasi market. Upaya ini dilakukan untuk meyakinkan apakah langkah mereka tepat atau tidak.

Mereka menjajaki kerjasama dengan sejumlah warung makan yang ada di Jakarta Barat. Selama 3-4 masa trial awal, mereka berhasil menggandeng 50 warung makan.

"Hasilnya validasi valid, apa yang kami lakukan benar. Akhirnya Wahyoo berkembang, dari 50, jadi 250, lalu 500, tumbuh terus," cerita Peter.

Wahyoo kini telah bekerjasama dengan 6.700 warung makan yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Tim Wahyoo pun bertambah, kini ada 100 orang.

Peter Shearer dan pemilik wartegPeter Shearer dan pemilik warteg Foto: Wahyoo

Ekspansi Lebih Luas


Menjajaki kerjasama pemilik warteg dan warung makan dirasa Peter tidak begitu sulit. Memang di awal-awal perlu usaha lebih untuk menyakinkan karena mereka belum mengenal Wahyoo.

Tapi seiring makin dikenal, tiap harinya banyak pemilik warung mendaftar diri di website Wahyoo. Ini yang kemudian membuat Peter optimis pihaknya dapat menggandeng 13 ribu warteg dan warung makan hingga akhir tahun nanti.




Peter sempat bicara soal ekspansi. Seperti layaknya startup lain, pihaknya ingin Wahyoo hadir di seluruh Indonesia. Hanya saja itu belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.

"Kuartal keempat masuk Bogor. Memang tahun ini kami fokus di Jabodetabek dulu. Tahun depan baru akan fokus di kota besar lainnya, seperti Medan, Surabaya, Yogyakarta, Makassar dan Bandung," ungkap Peter.

Warteg Naik Kelas, Kualitas Masyarakat Indonesia MeningkatFoto: Wahyoo

Kualiatas Meningkat


Lewat program P3K alias pelatihan, pembimbingan, pendapatan, dan kemudahan, Wahyoo ingin warteg dan warung makan naik kelas. Salah satu wujudnya menu makanan yang disajikan jadi lebih baik, baik dari rasa, tampilan dan nutrisi. Ujung-ujungnya akan berdampak pada kualitas masyarakat itu sendiri.

"Ada istilah we are what we eat. Jika yang kita makan bersih dan berkualitas akan menghasilkan generasi yang keren-keren," ujar Peter.

Tapi imbas dengan meningkatnya kualitas warteg dan warung nasi tidak sebatas itu. Skala ekonomi juga digerakkan. Lewat jaringan Wahyoo, produk-produk menarik dari beragam daerah bisa dipasarkan lebih luas. Demikian pula hasil dari industri rumahan pemasarannya akan lebih terbantu.

"Banyak yang mendaftar ke kami industri rumahan pembuat sabun, piring, tisu dan lain-lain. Mereka bisa mensuplai kebutuhan warung. Memanfaatkan space di warteg dan warung makan bisa memajang lukisan atau hasil kerajinan, kalau mau beli silahkan. Ini akan membantu industri kreatif," jelas Peter.




Baik pemilik warung makan maupun mereka yang membuat produk bisa mendaftarkan diri di webiste Wahyoo. Menariknya tidak ada biaya sepeser pun yang harus dibayarkan.

"Pendaftaran semudah mengakses website kami. Hanya membayar Rp 0," pungkas Peter.



(afr/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed