Jumat, 21 Jun 2019 12:55 WIB

Tanda-tanda Buruk untuk Facebook

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: Reuters Ilustrasi. Foto: Reuters
Jakarta - Mungkin masih lekat dalam ingatan kasus kebocoran data jutaan user Facebook dalam skandal Cambridge Analytica yang ramai tahun silam. Hal itu agaknya berdampak pada penggunaan Facebook sebagai media sosial (medsos)

Dikutip detikINET dari Guardian, sejak April 2018, aksi user di Facebook semacam like, share atau posting konten merosot hampir 20%. Grafiknya kemudian naik turun, tapi tidak lagi dalam taraf seperti sebelum kasus Cambridge Analytica mengemuka.

Sejak terbukanya skandal tersebut, rentetan masalah juga terus muncul. Di September 2018, ada kebocoran data 50 juta akun. Di November, Facebook mengakui menyewa Public Relation untuk menyerang miliarder George Soros serta gagal mencegah maraknya konten soal pembersihan etnis di Myanmar.




Namun demikian, user Facebook masih tumbuh. Statistik dari Facebook menunjukkan pengguna aktif harian dan bulanan mengalami peningkatan. Hal itu bisa dijelaskan bahwa user memang tidak menghapus akunnya tapi aktivitas mereka menurun.

Bulan ini, biro riset pasar eMarketer melaporkan ada penurunan pemakaian Facebook di Amereika Serikat. User Facebook pada umumnya menghabiskan waktu 38 menit sehari di situs, dari 41 menit pada tahun 2017.

"Selain itu, Facebook terus kehilangan user berusia muda yang membagi waktu dan perhatiannya ke platform sosial dan aktivitas digital lainnya," sebut mereka.

Kabar baiknya, Facebook masih punya Instagram yang belakangan popularitasnya tak terbendung. Belum ada komentar dari medsos milik Mark Zuckerberg itu soal kabar penurunan aktivitas di situsnya.





Tonton video Ke Kantor Facebook, Jubir BPN Temukan Kejanggalan:

[Gambas:Video 20detik]


Tanda-tanda Buruk untuk Facebook
(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed