Rabu, 19 Jun 2019 13:51 WIB

DPR AS Minta Facebook Tunda Pengembangan Libra

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Rencana Facebook memakai mata uang digitalnya, yang bernama Libra, pada 2020 mendatang mendapat ganjalan dari DPR Amerika Serikat.

Maxine Waters, ketua House Financial Services Committee meminta Facebook untuk menunda pengembangan Libra, sembari menyebut Facebook adalah perusahaan yang terus-menerus membuat skandal.

"Dengan pengumumannya untuk membuat cryptocurrency, Facebook terus berekspansi tanpa pengecekan dan memperluas jangkauannya terhadap kehidupan penggunanya," ujar Waters dalam pernyataannya.




"Pasar cryptocurrency saat ini tak mempunyai kerangka undang-undang yang jelas untuk memberikan perlindungan yang kuat bagi para investor, konsumen, dan perekonomian. Regulator seharusnya melihat ini sebagai panggilan agar menyeriusi masalah privasi dan keamanan nasional, risiko keamanan cyber, dan risiko perdagangan yang muncul karena cryptocurrency," tambahnya.

Legislator AS itu pun menyebut adanya rintangan yang dihadapi Facebook jika mereka terus melanjutnya pengembangan Libra, demikian dikutip detikINET dari Cnet, Rabu (19/6/2019).

Pernyataan Waters ini juga didukung oleh pernyataan Patrick McHenry yang juga berasal dari komite yang sama, yang meminta Facebook untuk datang ke rapat dengar pendapat terkait proyek cryptocurrencynya ini.




Pada Mei lalu, legislator dari Senate Committee on Banking, Housing, and Urban Affairs pun mempertanyakan proyek cryptocurrency tersebut, termasuk masalah privasi dan perlindungan keamanan terhadap para penggunanya, dan sampai saat ini pun komite tersebut belum mendapat respon dari Facebook.

Ditambahkan Waters, Facebook menurutnya terus-menerus menunjukkan bentuk ketidakpedulian mereka terhadap perlindungan dan penggunaan secara hati-hati dari data penggunanya.

Facebook sendiri memang terancam terkena denda mencapai USD 5 miliar dari Federal Trade Commission yang saat ini tengah menginvestigasi Facebook terkait tudingan gagalnya mereka melindungi privasi pengguna. Tudingan ini ada kaitannya dengan skandal Cambridge Analytica yang terjadi pada 2018 lalu.





Tonton video Mark Zuckerberg Disarankan Mundur dari CEO Facebook:

[Gambas:Video 20detik]

(asj/krs)