Rabu, 19 Jun 2019 12:22 WIB

Soal Ini, Facebook Libra Diprediksi Kalahkan Bitcoin

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: Reuters Ilustrasi. Foto: Reuters
Jakarta - Tahun 2020, Facebook berencana meresmikan penggunaan mata uang digitalnya, Libra. Meskipun terdapat sejumlah perbedaan, Libra diprediksi bakal mengalahkan popularitas Bitcoin.

Facebook memang punya modal besar berupa miliaran user dan aplikasi tenar semacam WhatsApp dan Messenger yang nantinya mendukung dompet digital Calibra. Menurut Michael Levine dari Pivotal Research, Libra berpotensi diadopsi secara mainstream dalam jumlah lebih tinggi dibanding Bitcoin.

Apalagi dengan value yang diklaim akan lebih stabil, Levine menilai Libra akan lebih menarik bagi calon pengguna. Retail pun bakal lebih nyaman dalam bertransaksi dengan Libra.




"Mereka mungkin tidak mau menerima sesuatu seperti Bitcoin jika tidak diketahui berapakah nilainya sebulan dari sekarang. Bisa naik 10%, bisa turun 10%,' sebut Levine mengenai Bitcoin yang rentan mengalami fluktuasi.

Tapi dalam jangka panjang, investor menilai Bitcoin bisa berkembang menjadi semacam aset dan berkompetisi dengan aset tradisional semacam emas. Sedangkan Libra yang berbasis Libra Reserve serta aset nyata seperti mata uang mungkin kurang menarik menjadi aset.

Bagaimanapun, dikutip detikINET dari CCN, Levine meyakini bahwa Libra akan menyasar pasar yang sulit ditembus oleh cryptocurency saat ini, yaitu sebagai sarana pembayaran terpercaya di retail atau merchant. Sehingga wajar jika nantinya adopsi dan popularitas Libra lebih besar.

"Kegunaan Libra sungguh bergantung sampai seberapa luas ia diterima. Indikasi awal adalah Libra punya potensi menjadi mainstream, tetapi hanya waktu yang akan menjawabnya," sebut Bruce McClary, juru bicara National Foundation for Credit Counseling.

Batu sandungan mungkin soal ketidakpercayaan orang pada Facebook mengenai privasi. "Sulit bagi saya melihat orang yang memperhatikan privasi akan mengadopsi tawaran baru ini, khususnya karena rekam jejak Facebook yang menggelikan soal respek pada privasi," cetus Brian Krebs, pakar keamanan siber.





Tonton video Mark Zuckerberg Disarankan Mundur dari CEO Facebook:

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/krs)