Minggu, 02 Jun 2019 09:21 WIB

Perusahaan Pesawat Terbesar Dunia Mau Dimatikan?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Stratolaunch Foto: Stratolaunch
Jakarta - Stratolaunch Systems Corporation, perusahaan antariksa yang didirikan oleh mendiang pendiri Microsoft, Paul Allen, kabarnya akan menghentikan operasinya.

Dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (2/5/2019), empat sumber terkait telah membocorkan informasi tersebut. Jika benar, berarti mereka tutup terlalu awal dan bahkan belum sempat mengangkasa.




Padahal sebelumnya, Stratolaunch telah memperkenalkan pesawat terbesar di dunia yang belum lama ini berhasil terbang. Pesawat berbobot 226,7 ton dengan lebar sayap 117 meter terbang perdana April lalu dari Mojave Air and Space Port di California.

Sang burung besi ini bukan untuk mengangkut penumpang komersial. Melainkan, dirancang untuk membawa roket dan melepaskannya ke antariksa.

Stratolaunch yang berdiri tahun 2011 adalah bagian dari Vulcan sebagai induk perusahaan, dimiliki Allen yang meninggal dunia tahun silam. Vulcan kabarnya tengah menjajaki kemungkinan aset dan properti intelektual Stratolaunch dijual ke pihak lain.

Ketika dikonfirmasi, pihak Stratolaunch membantah kabar tersebut dan menegaskan belum tutup. "Stratolaunch tetap beroperasi," kata juru bicara perusahaan secara singkat.




Tapi kemungkinan, bisnis Stratolaunch memang tengah suram. Januari lalu, mereka merumahkan lebih dari 50 orang. Selain itu, Stratolaunch juga tidak lagi melanjutkan pengembangan lini sejumlah kendaraan dan roket barunya.

Kendaraan yang dimaksud adalah 'Medium Launch Vehicle' yang rencananya bakal mulai mengudara pada 2022. Selain itu, ada juga pesawat luar angkasa bernama Black Ice yang didesain agar bisa digunakan kembali.


(agt/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed