Jumat, 31 Mei 2019 19:01 WIB

Facebook Daftarkan Paten Drone Layangan

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Dok. Facebook Foto: Dok. Facebook
Jakarta - Facebook mendaftarkan sebuah paten terkait teknologi drone unik, yaitu menggunakan layangan, atau bisa juga dibilang parasut untuk terjun payung agar bisa terbang.

Dalam paten tersebut, dronenya bernama 'dual-kite aerial vehicle', dan terbuat dari dua buah layangan yang dipasangkan dan terbang dengan ketinggian yang berbeda. Setiap layangan itu bisa diarahkan secara independen, dan dronenya sendiri bisa menghasilkan energi sendiri untuk menambah durasi terbangnya.

Paten ini pertama didaftarkan pada November 2018, dan Facebook mengklaim kalau drone layangan ini lebih baik dari drone pada umumnya karena lebih ringan, lebih murah, dan ukurannya yang lebih kecil.




Alhasil pesawat tanpa awak itu bisa terbang dengan durasi yang lebih lama. Drone ini dioperasikan secara wireless dari daratan, dan bisa juga menghasilkan energinya sendiri melalui panel surya.

Dibandingkan drone Facebook sebelumnya, drone dalam paten ini sangatlah berbeda. Namun mereka punya satu kesamaan dalam hal kegunaan, yaitu berfungsi untuk menyediakan layanan internet di area yang sulit dijangkau.

Seperti diketahui, pada 2016 Facebook mulai menguji Aquila, sebuah pesawat tanpa awak dengan berat 900 pon yang terbuat dari carbon fiber. Lalu ada juga Catalina, yang merupakan drone seukuran burung, yang fungsinya juga menyebarkan koneksi internet.

Namun lagi-lagi, pendaftaran paten ini tak berarti Facebook akan membangun drone layangan tersebut. Terlebih lagi Facebook sebelumnya sudah dua kali menyerah dalam pengembangan drone dan mengalihkan proyeknya ke perusahaan penerbangan yang lebih berpengalaman ketimbang mereka.


(asj/krs)