Akhir 2005
India Gagal Capai 2 Juta Koneksi Broadband
- detikInet
Jakarta -
Karena layanan yang buruk, sering terjadinya gangguan serta lambatnya koneksi, negara yang terkenal dengan tari perut--India--merasa pihaknya gagal mencapai target pengguna koneksi internet broadband sebanyak 2 juta akhir tahun 2005.Sebuah grup perdagangan mengatakan, India akan gagal mendapatkan 2 juta koneksi broadband menjelang akhir tahun 2005. Pemerintahnya mengatakan pada akhir Agustus, hanya ada sekitar 530 ribu koneksi broadband di rumah dan di kantor-kantor."Hanya dalam tiga bulan saja kami baru mencapai angka sebesar itu. Ini membuktikan bahwa kami sedang berada di situasi yang parah," papar Amitabh Singhal, Presiden Internet Service Providers Association India. Menurut Singhal, hal ini disebabkan oleh adanya layanan yang buruk, sering terjadi gangguan dan lambatnya koneksi. Jika ditilik kebanyakan koneksi berkecepatan tinggi hanya dari layanan broadband. Di mana, layanan ini tidak lebih baik dari kecepatan layanan dial up.Sementara itu di lain tempat, menurut hasil riset Nielsen/NetRatings, lebih dari 60 persen orang-orang di Amerika Serikat saat ini memakai internet di rumah dengan koneksi berkecepatan tinggi. Padahal setahun sebelumnya hanya 51 persen. Perusahaan riset Nielsen/NetRatings mengatakan, 86 juta orang pengguna internet menjelajahi situs di rumah dengan koneksi broadband bulan Agustus lalu.Di Amerika Serikat penggunaan broadband bertambah besar seiring dengan penurunan harga dan meningkatnya materi video dan material lain yang berbau bandwidth kini tersedia secara online."Peningkatan pemakaian broadband secara terus menerus ini merupakan langkah esensial dalam proses kematangan industri internet. Pengguna broadband kini cenderung menghabiskan banyak waktu dan uang secara online," demikian ujar Charles Buchwalter, Wakil Presiden Analitik Klien Nielsen/NetRatings, seperti dilansir Associated Press yang dikutip detikinet Sabtu (1/10/2005).
(ien/)