Senin, 22 Apr 2019 19:25 WIB

Cita-cita Twitter Jadi Platform Percakapan Sehat

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET - Irna Prihandini Foto: detikINET - Irna Prihandini
Jakarta - Untuk menjaga tren positif Twitter pada tahun lalu, perusahaan besutan Jack Dorsey ini turut bercita-cita membuat platformnya diisi dengan percakapan yang sehat.

Hal itu disampaikan oleh Country Industry Head Indonesia & Malaysia Dwi Adriansah saat konferensi pers #RamadanDiTwitter, Jakarta, Senin (22/4/2019). Pernyataan Dwi itu tak terlepas dari tujuan dari Twitter di era persaingan media sosial saat ini.

Dwi memaparkan bahwa persoalan Twitter yang dipenuhi dengan orang yang saling debat, konten tidak relevan, seperti politik yang membuat penggunannya tidak nyaman, tak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga di seluruh dunia.




"Prioritas Twitter di beberapa tahun terakhir itu adalah kesehatan platform Twitter, di mana sebagai perusahaan kita mengubah positioning kita untuk bisa surfing public conversation. Jadi Twitter kalau ditanya purpose-nya apa sih? Percakapan yang sehat," tuturnya.

Untuk mencapai tujuan jadi platform yang diisi percakapan sehat dan menyajikan konten yang relevan, Twitter pun bekerja sama dengan penerbit berita terpecaya di Tanah Air. "Dan memastikan mereka bisa mendistribusikan konten secara tepat ke pengguna."




Belum lama ini Twitter berupaya mengenalkan kembali fitur-fitur yang ada didalam plaform mereka ke pengguna, mulai dari fungsi unfollow, blokir, blokir lanjutan, bisukan, menonaktifkan penerimaan direct message, fitur notifikasi, tweet dilindungi, pencarian aman, hingga media sensitif.

Selain itu Twitter juga melakukan literasi media dan informasi dengan menggandeng UNESCO dengan menghadirkan edukasi berupa Teaching and Learning with Twitter, yang di dalamnya ada panduan UNESCO mengenai praktik terbaik literasi media dan informasi, khususnya membantu mendeteksi disinformasi di ranah online. Begitu juga dengan Pemilu 2019 yang berjalan di Indonesia.

"Seperti yang kami umumkan tahun lalu, kami telah membuat sejumlah perubahan pada produk, kebijakan dan pendekatan untuk mengatasi perilaku yang mengganggu percakapan publik di Twitter - khususnya yang muncul pada momen-momen penting seperti pemilu," tulis Twitter di situsnya.


(agt/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed