"Tahun 2018 merupakan tahun terbaik Twitter di Indonesia," ungkap Country Industry Head Twitter Indonesia dan Malaysia Dwi Ardiansah di Jakarta, Senin (22/4/2019).
Secara detil angkanya, Dwi tidak menyebutkan dengan alasan kebijakan perusahaan. Tetapi ia mengatakan bahwa berdasarkan data internal, pada kuartal pertama 2018 pengguna Twitter secara global tumbuh 10% sedangkan di Indonesia mencatat kenaikan 11%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren positif tersebut terus berlanjut di kuartal kedua dengan pertumbuhan globalnya 11%, sedangkan di Indonesia mencapai 31%. Kuartal ketiga, Dwi mengatakan pengguna aktif harian sebanyak 33% di saat kenaikan secara global hanya 9%.
Pertumbuhan terus berlanjut pada kuartal terakhir tahun kemarin. Twitter mengklaim adanya pertumbuhan sebesar 41%, sedangkan di global stagnan di angka 9%.
Dilihat dari demografi pengguna Twitter di Indonesia, Dwi memaparkan media sosial mereka banyak dipakai oleh kaum adam sebanyak 53% dan perempuan 47%. Dari segi usia, rentan umur 16-24 tahun merupakan yang mayoritas menggunakan platformnya. Kemudian disusul oleh umur 23-34 tahun sebanyak 36%, umur 35-44 tahun sebanyak 18%, 45-54 tahun sebanyak 3%, dan 55-64 tahun sebanyak 1%.
Merujuk pada pendapatan tahunan para pengguna Twitter di Tanah Air ini, Twitter membagikannya ke dalam tiga bagian yakni Top 25% itu 25%, Middle 50% itu 47%, dan Bottom 25% itu 18%. Pengguna Twitter Indonesia juga disebutnya 42% aktif setiap hari.
(agt/krs)