Rabu, 20 Mar 2019 09:55 WIB

Video Penembakan New Zealand Sempat Muncul Tiap Detik di YouTube

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Tiap detik, satu video penembakan New Zealand diunggah dalam beberapa jam setelah insiden tersebut berlangsung. Foto: Sean Gallup/Getty Images Tiap detik, satu video penembakan New Zealand diunggah dalam beberapa jam setelah insiden tersebut berlangsung. Foto: Sean Gallup/Getty Images
Jakarta - Baru-baru ini, Facebook menyebut bahwa pihaknya telah menghapus paling tidak 1,5 juta video terkait penembakan brutal di New Zealand yang menewaskan 50 orang. Selain itu, Kominfo juga mengklaim telah memblokir lebih dari 2 ribu video yang tersebar di berbagai media sosial.

Kini, angka terbaru dibagikan oleh YouTube. Chief Product Office YouTube Neal Mohan mengatakan bahwa tiap detiknya ada satu video terkait penembakan New Zealand yang diupload di platform tersebut. Hal ini berlangsung dalam beberapa jam setelah insiden itu terjadi.




Ia juga menyebut situasi tersebut mulai terkendali saat 24 jam setelah penembakan. Lalu, berapa total video yang sudah dihapus oleh YouTube?

"Setiap kali tragedi seperti ini terjadi kami mempelajari hal baru, dan dalam hal ini adalah volume video yang belum pernah ditemukan sebelumnya (yang kami hapus)," ujarnya, sebagaimana detikINET kutip dari The Washington Post, Selasa (19/3/2019).

Lantas, apakah YouTube sudah bersih dari video penembakan yang terjadi di dua masjid di New Zealand? Sayangnya, belum.

Berdasarkan pantauan detikINET, menuliskan "shooting in new zealand video" memang memunculkan hasil yang didominasi pemberitaan dari media. Tapi pencarian dengan kalimat tertentu masih berpotensi memunculkan beberapa video dari penembakan brutal tersebut.



Ini tentu menjadi PR tersendiri bagi YouTube, terlebih untuk YouTube Indonesia, dalam membersihkan video-video terkait penembakan New Zealand di dalam platform tersebut. Hal yang sama juga berlaku untuk Kominfo agar terus bergerilya dalam memblokir konten-konten serupa.

Di New Zealand sendiri para operator seperti Vodafone, Spark, dan Vocus, diketahui memblokir situs yang masih memajang video penembakan brutal tersebut. Blokir akan dicabut begitu situs bersangkutan menghapus konten terkait.





(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed