Kamis, 14 Mar 2019 18:37 WIB

Pentingnya SEO buat Aplikasi Mobile seperti Go-Jek

Virgina Maulita Putri - detikInet
SEO Manager Go-Jek Indonesia Irvan Sanjaya. (Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET) SEO Manager Go-Jek Indonesia Irvan Sanjaya. (Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET)
Jakarta - Ketika membicarakan Search Engine Optimization (SEO), satu hal yang akan terlintas di benak adalah strategi website untuk mendorong masuk ke halaman pertama mesin pencari dan memancing lebih banyak traffic.

Padahal pemafaatan SEO ternyata juga dibutuhkan aplikasi mobile seperti Go-Jek. SEO Manager Go-Jek Indonesia Irvan Sanjaya mengatakan SEO penting bagi Go-Jek karena bisa mendongkrak jumlah install sambil menghemat biaya marketing digital.

"Kita ingin membuat channel-channel digital marketing yang ada jadi lebih efisien," kata Irvan saat mengisi SEO Conference 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (14/3/2019).




Irvan menjelaskan, ketika orang menginstall suatu aplikasi setelah melihat iklan dari platform seperti Facebook, Instagram, Twitter atau mesin pencari seperti Google, ada biaya marketing yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi pengguna tersebut.

Untuk saat ini, biaya per install (CPI) yang ditawarkan oleh mesin pencari terbilang paling rendah yakni hanya 1 dolar AS. Sedangkan CPI untuk iklan di Twitter mencapai 2,53 dolar AS.

"Jadi bisa dilihat range harganya untuk sekali install, untuk mengakuisisi user itu kita bisa sekitar Rp 10 ribuan sampai Rp 30 ribuan. Jadi kita ingin membuat yang lebih efisien dan efektif," jelas Irvan.




Selain biaya marketing dan iklan yang lebih murah, mesin pencari seperti Google juga masih mendominasi daftar situs yang paling banyak meraih traffic setiap bulannya di Indonesia. Seperti situs google.co.id, yang berdasarkan data SimilarWeb, mendapatkan hampir 3 miliar traffic setiap bulannya.

Tidak hanya itu, perilaku publik saat menemukan aplikasi baru juga mempengaruhi. Irvan menjelaskan semakin banyak orang yang menemukan aplikasi baru di luar toko aplikasi, seperti Google Play Store atau Apple App Store.




"Ternyata banyak juga yang discover tentang app, sebanyak 27% dari search engine. Dan ini datanya dari Google di tahun 2015. 1 dari 4 orang juga discover app dari search engine," jelas Irvan.

"Jadi ini potensi yang bisa kita lakukan sebagai SEO untuk menggaet install melalui channel search engine," pungkasnya.

(vim/krs)