Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kisah Eve Bayi Kloning Pertama: Hoax atau Benar-benar Ada?

Kisah Eve Bayi Kloning Pertama: Hoax atau Benar-benar Ada?


Aisyah Kamaliah - detikInet

Ilustrasi bayi kembar unik
Kisah Eve Bayi Kloning Pertama: Hoax atau Benar-benar Ada? Foto: iStockphoto
Jakarta -

Pada 26 Desember 2002 pukul 11.55, dikisahkan ada bayi bernama Eve lahir dan diklaim menjadi manusia kloning pertama. Ceritanya menarik kontroversi di kalangan ilmuwan.

"Saya sangat, sangat senang mengetahui bahwa bayi klon pertama telah lahir," umumkan Brigitte Boisselier, Direktur Ilmiah Clonaid, perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut.

"Kami telah merayakannya bersama para ilmuwan minggu ini, dan itu adalah Natal yang sangat istimewa... Saya tahu mereka sedang memperhatikan saya, dan saya ingin berterima kasih kepada mereka, terutama saat ini, karena saya percaya bahwa mereka pantas mendapatkan pengakuan -- dan mereka akan mendapatkannya, begitu mereka siap untuk dipublikasikan," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Hanya lima tahun setelah Dolly si Domba, Eve berhasil dibuat. Prosesnya katanya 'sangat mirip' dengan yang digunakan untuk pendahulunya yang berasal dari domba, hanya saja diadaptasi ke sel manusia. Secara spesifik, ia adalah hasil dari sel kulit ibunya, yang dipaksa untuk membelah melalui apa yang digambarkan Boisselier sebagai 'impuls listrik'.

"Beberapa orang akan mengatakan itu keberuntungan, tetapi saya akan mengatakan itu adalah kerja keras," tegasnya.

Lebih lanjut, Eve konon tidak sendirian. Ada empat bayi lainnya, semuanya klon genetik dari ibu mereka, dikandung di berbagai negara. Katanya, ada dari Eropa, dua dari Asia, dan yang terakhir berasal dari Amerika Utara.

Kontroversi Clonaid

"Clonaid didanai pada tahun 1997, berkat RaΓ«l," ujar Boisselier dalam konferensi pers yang mengumumkan kelahiran Eve.

"Anda mungkin pernah mendengar tentang dia. Dia adalah pemimpin spiritual saya," sambungnya.

Nah, ini yang bikin heboh lagi. RaΓ«l merupakan pendiri dan pemimpin sebuah sekte apokaliptik, mantan bintang pop yang beralih menjadi pembalap dan kemudian menjadi jurnalis. Anehnya lagi, dia menyebut dirinya saudara tiri setengah alien dari Yesus, Muhammad, dan Buddha.

"Gerakan RaΓ«lian Internasional (IRM), yang didirikan pada tahun 1974 oleh Claude Vorilhon (yang kemudian dikenal sebagai RaΓ«l), bisa dibilang merupakan 'kultus piring terbang' terbesar di dunia, dengan klaim lebih dari 60.000 anggota di 52 negara," ungkap sosiolog Susan J. Palmer dan Bryan Sentes pada tahun 2012. Kendati demikian, mereka memperingatkan bahwa angka ini mungkin dilebih-lebihkan.

Lahir di luar nikah di Vichy, Prancis, pada tahun 1946, Claude dibesarkan sebagai seorang ateis yang teguh. Ia sempat bersekolah di sekolah asrama Katolik.

Singkatnya, kehidupan RaΓ«l sangat kontroversial dan menarik komentar dari banyak orang.

Apakah Eve Benar-Benar Ada?

Bagi banyak politisi dan pemimpin agama, mereka mempertanyakan secara moral tentang sains yang melangkah terlalu jauh dan terlalu cepat dengan kloning. Tetapi bagi sebagian besar ilmuwan, Boisselier kemungkinan cuma membual.

"(Klaim Clonaid) benar-benar tidak masuk akal," kata ahli biologi MIT dan pelopor ilmu transgenik Rudolf Jaenisch kepada New Scientist pada tahun 2003.

"Tanpa bukti ilmiah apa pun, saya harus percaya bahwa itu tidak benar... Mereka benar-benar gila," imbuhnya,

Mengapa banyak yang sangsi, beberapa mengatakan Clonaid tidak mungkin memiliki keahlian untuk mengkloning manusia, sementara yang lain menunjukkan betapa jauh lebih suksesnya perusahaan tersebut dalam mengkloning dibandingkan teknologi saat ini dalam IVF standar.

Kemudian, Harry Griffin, head of the UK Roslin Institute dan bagian dari tim yang mengkloning domba Dolly pada tahun 1997, memberikan pendapatnya. Kepada New Scientist, Griffin menyebut Boisselier telah mengklaim tingkat keberhasilan implantasi sebesar 100%.

"Secara biologis ini mungkin, tetapi klinik IVF hanya berhasil mencapai tingkat implantasi sekitar 20% dan itu pun dengan embrio yang sehat dan menanamkan dua embrio per wanita," terangnya.

Namun, yang paling memberatkan adalah keengganan Clonaid untuk memberikan bukti apa pun untuk klaim mereka.

"Clonaid tidak memiliki rekam jejak tetapi mengklaim telah mengkloning ratusan embrio. Itu sama sekali tidak masuk akal," tutur Griffin.

Kini, sudah lebih dari dua dekade sejak pengumuman bombastis Clonaid. Sejak itu, baik bukti genetik maupun bayi hasil kloning, tidak pernah dipresentasikan. Hanya ada sebuah situs web yang menawarkan bayi hasil kloning dengan harga ratusan ribu dolar. Demikian melansir IFLScience.




(ask/afr)





Hide Ads