Selasa, 19 Feb 2019 21:23 WIB

Ada Alibaba di Balik Aplikasi Propaganda Pemerintah China?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jack Ma, pendiri Alibaba. (Foto: Rachman Haryanto) Jack Ma, pendiri Alibaba. (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Aplikasi yang dianggap berisikan propaganda pemerintah China dan baru-baru ini naik daun ternyata dikembangkan oleh Alibaba, yang didirikan oleh Jack Ma.

Dilansir Reuters, Selasa (19/2/2019), hal itu terungkap lewat klaim dua orang sumber yang mengetahui masalah ini. Kabar ini muncul di saat perusahaan besar China lain -- Huawei -- dipermasalahkan di beberapa negara karena dianggap terkait dengan pemerintahan China.

Aplikasi yang dimaksud adalah Xuixi Qiangguo, atau diterjemahkan menjadi "pembelajaran untuk memperkuat China". Aplikasi ini adalah propaganda pemerintah China yang berisikan pemikiran-pemikiran dari Presiden Xi Jinping.

Xuexi Qiangguo ini mengambil alih posisi Douyin -- Tik Tok versi China -- dan WeChat untuk menjadi aplikasi paling populer di App Store versi China. Dan aplikasi ini ternyata dibuat oleh tim proyek spesial di Alibaba yang bernama "Y Projects Business Unit".




Aplikasinya sendiri berisikan video singkat, berita pemerintahan dan beberapa kuis, yang dibuat oleh tim Alibaba. Pengguna aplikasi pengiriman pesan DingTalk -- juga buatan Alibaba -- pun bisa login menggunakan akunnya itu ke dalam aplikasi ini.

Menurut dua orang sumber yang tak disebut namanya itu, orang-orang di balik tim tersebut mengembangkan proyek-proyek yang ada di luar Alibaba. Alibaba sendiri menolak mengomentari keberadaan unit bisnis mereka yang mengembangkan aplikasi tersebut.

Aplikasi tersebut dirilis oleh Departemen Propaganda China untuk untuk merayakan pertemuan tahunan parlemen China yang digelar Maret mendatang. Dan seperti diketahui, Chairman Alibaba Jack Ma memang adalah anggota Partai Komunis China.




(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed