Rabu, 13 Feb 2019 21:43 WIB

CEO Twitter Beri Nilai 'C' untuk Perusahaan Sendiri, Kenapa?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Anushree Fadnavis/Reuters Foto: Anushree Fadnavis/Reuters
Jakarta - Perusahaan media sosial secara umum sedang berkutat dengan isu penyalahgunaan dan penyebaran misinformasi. Hal ini pun diakui oleh CEO Twitter, Jack Dorsey.

Dalam wawancaranya dengan jurnalis Kara Swisher yang dilangsungkan secara live lewat Twitter, Dorsey mengaku bahwa upaya perusahaan teknologi yang berbasis di Silicon Valley belum cukup untuk menangkal kedua hal tersebut dari platform mereka.




Ketika ditanya oleh Swisher berapa nilai yang akan ia berikan untuk platform yang ia pimpin dalam hal menangkal penyalahgunaan, Dorsey mengatakan bahwa ia memberi Twitter nilai 'C'.

"Kami telah membuat progres, tapi itu terpencar dan dirasa tidak cukup. Mengubah experience pun belum cukup berarti," tulis Dorsey dalam akun Twitter-nya, seperti dikutip detikINET dari Time, Rabu (13/2/2019).

"Dan kami telah menempatkan sebagian besar beban kepada korban pelecehan (itu adalah kegagalan besar)," sambungnya.




Dalam wawancara tersebut, jawaban Dorsey terlihat defensif. Tapi, Swisher terus menekannya untuk menjelaskan apa saja yang telah dilakukan Twitter untuk membuat platform-nya menjadi lebih ramah bagi pengguna.


Dorsey pada akhirnya memang menjelaskan beberapa langkah yang telah dilakukan Twitter untuk meningkatkan rasa aman pengguna di platform-nya. Tapi, Swisher merasa langkah-langkah tersebut sudah cukup dan memberi pemimpin perusahaan di Silicon Valley nilai 'F'.

"Saya memberi kalian semua nilai F untuk semua ini dan itu terlalu baik. Saya tidak mencoba untuk menjadi orang jahat, tapi ini adalah pergerakan yang sangat lambat bagi kalian di industri untuk memperhatikan hal ini," pungkas Swisher.


(vim/krs)