Rabu, 13 Feb 2019 18:00 WIB

Reaksi Abu Janda Tuntut Facebook Dianggap Berlebihan

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: DW (News) Foto: DW (News)
Jakarta - Reaksi Arya Permadi yang melayangkan somasi ke pihak Facebook, dan mengancam akan menggugat secara perdata dengan nilai Rp 1 triliun, setelah penutupan akun miliknya yang bernama Abu Janda, dinilai berlebihan.

Untuk diketahui, Arya pada dasarnya bukan hanya protes karena akunnya ditutup Facebook. Ia secara khusus juga merasa berang karena penutupan akun dilakukan Facebook seraya menghubungkannya ke daftar jaringan Saracen.

Dimintai tanggapannya mengenai hal ini, pengamat media sosial (medsos) Enda Nasution berpendapat bahwa Arya sebaiknya berdialog langsung dengan Facebook Indonesia.




"Menurut saya berlebihan dan baper. Orang mungkin beda-beda ya. Tapi kalau menurut saya sih bisa dialog. Dan dia (Arya) sudah datang ke kantornya Facebook di Indonesia kan, jadi harusnya udah terbuka ke arah itu," kata Enda, dihubungi detikINET, Rabu (13/2/2019)

Di satu sisi, Enda melihat para pemilik layanan medsos saat ini dituntut lebih aktif mengawasi konten yang beredar di platformnya. Karenanya, para pengguna layanan medsos sekarang tidak sebebas sebelumnya.

"Jadi mereka (Facebook) lebih ketat memantau, bahkan reaktif menghapus akun atau page yang dinilai gak sesuai dengan guideline yang mereka punya," terangnya.

Masalahnya, pemahaman akan panduan Standar Komunitas Facebook mungkin akan berbeda di antara penyedia layanan dengan pengguna layanan.

Sebagai moderator di beberapa grup Facebook, Enda sendiri mengalaminya. Beberapa kali konten yang dipostingnya dihapus, meski menurutnya tidak ada yang salah. Namun Facebook akan otomatis menghapusnya dengan menampilkan alasan penghapusan.




"Jadi yang sekarang bisa dilakukan, yang mau komplain silakan. Kita pakai platform orang kan ada aturannya. Facebook hanya menjalankan tugasnya. Kalau pun dihapus dan kita merasa tidak melanggar apa-apa ya dibicarakan," tutupnya.


(rns/krs)