Snopes Tak Lagi Cek Fakta dan Hoax di Facebook

Snopes Tak Lagi Cek Fakta dan Hoax di Facebook

Josina - detikInet
Sabtu, 02 Feb 2019 19:00 WIB
Ilustrasi Facebook. (Foto: Reuters)
Jakarta - Pada tahun 2016 saat masa-masa kampanye pemilu di Amerika Serikat, Facebook memperkenalkan Snopes sebagai mitra pengecekan fakta yang ditujukan untuk mengurangi penyebaran berita dan informasi palsu yang kerap tersebar di jejaring sosial milik Mark Zuckerberg ini.

Dilansir detikINET dari CNET, Sabtu (2/2/2019) kini Snopes telah mengumumkan akan mengakhiri hubungan kemitraannya bersama Facebook yang sudah terjalin selama tiga tahun ini.


"Saat ini kami sedang mengevaluasi konsekuensi dan biaya penyediaan layanan pengecekan fakta pihak ketiga, dan kami ingin memastikan dengan pasti bahwa upaya kami untuk membantu platform tertentu adalah hal yang positif bagi komunitas, publikasi, dan staf online kami," Tulis Snopes di situs resminya.

Snopes menambahkan tidak akan mengesampingkan bekerja dengan Facebook, atau platform lain, di masa depan dan bersama-sama mendiskusikan bagaiman mencari cara-cara untuk memerangi berita hoax.

Snopes juga berharap kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg dapat bertemu untuk membicarakan resolusi 2019-nya yang ingin menyelenggarakan serangkaian diskusi publik tentang masa depan teknologi di masyarakat.


"Kami menghargai pekerjaan yang telah dilakukan Snopes, dan menghormati keputusan mereka sebagai bisnis independen," kata juru bicara Facebook.

"Kami berkomitmen untuk memerangi (hoax) ini melalui banyak strategi, dan pekerjaan yang dilakukan pengecekan fakta pihak ketiga adalah bagian yang berharga dan penting dari upaya ini." tambah Facebook.

Facebook pun mengatakan saat ini telah memiliki 34 mitra pengecekan fakta lainnya di seluruh dunia untuk konten dalam 16 bahasa, dan berencana menambah mitra dan bahasa baru tahun ini.


Simak Juga '6 Program Facebook untuk Tangkal Hoax di Pemilu 2019':

[Gambas:Video 20detik]


Snopes Tak Lagi Cek Fakta dan Hoax di Facebook

(jsn/jsn)