Jumat, 01 Feb 2019 21:31 WIB

Facebook Bersih-bersih Perpanjangan Tangan Saracen

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Facebook bersih-bersih para pengikut Saracen yang masih berkeliaran di dalam platform miliknya. Foto: Carl Court/Getty Images Facebook bersih-bersih para 'pengikut' Saracen yang masih berkeliaran di dalam platform miliknya. Foto: Carl Court/Getty Images
Jakarta - Masih ingat dengan Saracen? Sindikat yang pertama kali ditemukan pada 2016 ini ternyata memiliki ratusan perpanjangan tangan di Facebook.

Hal ini diketahui dari pengumuman yang dilakukan oleh raksasa jejaring sosial tersebut. Pihaknya menyatakan telah menghapus ratusan akun, laman, dan grup dari platform miliknya setelah diketahui memiliki hubungan dengan sindikat penyebar ujaran kebencian serta hoax tersebut.




"Akun-akun dan laman-laman ini berusaha menyembunyikan kegiatan mereka dan memiliki hubungan dengan grup Saracen, sindikat online di Indonesia," ujar Nathaniel Gleicher, Head of Cybersecurity Policy Facebook, sebagaimana detikINET kutip dari Reuters, Jumat (1/2/2019).

"Mereka menggunakan pesan-pesan yang menipu dan berhubungan dengan laman dan akun lainnya untuk mendorong tersebarnya narasi yang bisa memecah belah publik menggunakan isu-isu yang sering diperdebatkan di Indonesia" katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Gleicher menyebut bahwa penghapusan akun ini merujuk pada perilaku penipuan terkoordinir yang dilakukan oleh Saracen. Ia menambahkan, ini bukan masalah konten yang mereka bagikan.

Disebutkan bahwa akun dan laman yang dihapus memiliki 170 ribu pengikut di Facebook dan 65 ribu follower di Instagram. Meski demikian, jangkauan orang yang terpapar oleh konten-konten mereka dipercaya lebih tinggi dari itu.

Terlebih, Indonesia diperkirakan menjadi pasar terbesar ketiga Facebook. Lebih dari 100 juta pengguna jejaring sosial ini disebut berasal dari Tanah Air.




Ini tentu patut disyukuri mengingat Indonesia akan menggelar Pileg dan Pilpres 2019 pada April mendatang. Media sosial memang jadi tempat paling tepat, cepat, dan murah, untuk menyebar ujaran kebencian dan hoax yang berpotensi memperkeruh suasana.

Selain menghapus perpanjangan tangan dari Saracen, Facebook juga belum lama ini mengumumkan dua pusat operasi regional baru mereka yang fokus dalam mengawasi konten-konten terkait pemilihan umum. Keduanya berada di Dublin, Irlandia, dan Singapura.


(mon/krs)