Minggu, 13 Jan 2019 19:30 WIB

Beda Facebook, Instagram, dan Twitter Kenang Pengguna yang Meninggal

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Facebook, Instagram, dan Twitter masing-masing punya cara untuk menghadapi situasi kala ada penggunanya yang meninggal dunia. Foto: BBC World Facebook, Instagram, dan Twitter masing-masing punya cara untuk menghadapi situasi kala ada penggunanya yang meninggal dunia. Foto: BBC World
Jakarta - "Apa yang akan terjadi terhadap akun Facebook saya jika saya meninggal dunia?" Itu adalah judul dari salah satu laman bantuan yang dimiliki oleh jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg tersebut.

Mungkin tak banyak dari kita memikirkan untuk mewariskan akun media sosial saat meninggal nanti. Walau begitu, ternyata Facebook dirancang untuk bisa sampai ke tahap tersebut.


Platform ini memberikan dua opsi kepada user terkait dengan kondisi tersebut. Pertama, pengguna bisa memilih 'ahli waris' yang akan menjadi administrator akun miliknya nanti. Sedangkan pilihan lainnya adalah menghapus akun sepenuhnya dari Facebook.

Untuk melakukan opsi yang kedua, user bisa mengakses menu "Your Facebook Information" pada pengaturan. Pada versi web, pengguna tinggal pilih bagian "Delete Your Account and Information", sedangkan di aplikasi, user memlih "Account Ownership and Control" terlebih dahulu sebelum menentukan apakah ingin melakukan deaktivasi saja atau menghapus akun sepenuhnya.

Jika user tidak memilih untuk menghapus akun miliknya, maka Facebook akan 'mengabadikan'-nya dan menuliskan kata "Remembering" di atas nama pada profil akun bersangkutan. Satu catatan, hal tersebut dapat dilakukan begitu Facebook tahu pemilih akun sudah wafat.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang akan membedakan akun tersebut. Nantinya, akun yang diabadikan tidak akan muncul pada laman sugesti pencarian orang dan pengingat ulang tahun.

Raksasa jejaring sosial itu sendiri mendorong penggunanya untuk menentukan 'ahli waris' yang harus berusia minimal 18 tahun. Hal tersebut lantaran si pewaris bisa mengendalikan akun yang diabadikan oleh Facebook karena ditinggal mati oleh pemiliknya.

Berikut hal-hal yang bisa dilakukan "legacy contact", begitu Facebook menyebutnya, terhadap akun yang diwariskan kepadanya:
- Membuat unggahan yang akan disematkan di bagian paling atas dari lini masa
- Memberikan respons terhadap permintaan pertemanan
- Memperbarui foto profil
- Membuat permintaan untuk menghapus akun yang diwariskan

Satu catatan, "legacy contact" tidak bisa membuat unggahan yang akan disematkan di bagian paling atas dari lini masa akun yang diwariskan jika pemilik aslinya tidak mengizinkan. Dalam hal ini, pemilik akun bisa mengatur agar orang selain dirinya tidak bisa mengunggah sesuatu pada lini masanya begitu akunnya sudah diabadikan.

Selain itu, ada juga hal-hal yang memang sedari awal tidak bisa dilakukan oleh "ahli waris". Aspek itu meliputi masuk ke dalam akun yang diwariskan, menghapus atau mengubah unggahan lama pada lini masa, membaca pesan, melakukan permintaan pertemanan, menghapus teman, dan menambah "legacy contact" baru.


Contoh terbaru dari akun yang diabadikan oleh Facebook adalah akun milik Nukman Luthfie yang meninggal kemarin, Sabtu (13/1/2018). Ketika diamati, ada tulisan "Remembering" di atas namanya pada akun Facebook pribadinya.

Instagram Mirip Facebook, Twitter Beda Sendiri

Kebijakan Facebook terhadap akun yang ditinggal meninggal oleh pemiliknya juga ternyata diikuti oleh Instagram. Hal ini tentu tak mengherankan mengingat keduanya berada dalam satu payung.

Media sosial tersebut bisa membuat akun dari orang yang telah meninggal dunia sebagai kenangan apabila mendapat permintaan yang valid. Selain itu, anggota keluarga dekat yang sudah diverifikasi juga dapat mengajukan permintaan penghapusan akun orang yang meninggal dari Instagram.

Hal yang berbeda diterapkan oleh Twitter. Selain menerapkan kebijakan untuk orang yang telah meninggal, media sosial besutan Jack Dorsey itu juga membuat aturan bagi user yang mengalami masalah tertentu, seperti kesahatan.


Bagi user yang meninggal, Twitter akan menjalin komunikasi dengan keluarga atau pihak berwajib agar dapat melakukan deaktivasi akun. Tidak ada pilihan untuk mengabadikan atau membuat akun bersangkutan menjadi kenangan di dalam platform tersebut.

Sedangkan bagi pengguna Twitter yang mengalami masalah kesehatan atau lainnya, maka ia bisa memberikan permintaan kepada media sosial tersebut agar menonaktifkan akun miliknya. Informasi yang dibutuhkan tersedia di laman bantuan dari platform tersebut. (mon/mon)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed