Minggu, 16 Des 2018 16:05 WIB

Twitter Hapus Ratusan Ribu Akun Terorisme

Virgina Maulita Putri - detikInet
Ilustrasi Twitter. (Foto: 9to5mac) Ilustrasi Twitter. (Foto: 9to5mac)
Jakarta - Twitter baru saja meluncurkan laporan transparansinya untuk enam bulan pertama tahun 2018. Dalam laporan tersebut, Twitter melaporkan bahwa mereka telah menangguhkan 205.156 akun yang terduga terkait dengan terorisme.

Dilansir detikINET dari Mashable, Minggu (16/12/2018) angka ini terbilang rendah dibandingkan enam bulan terakhir di tahun 2017, yang mencapai 1,2 juta akun.


91% akun ini juga dideteksi menggunakan tools milik Twitter, dan hanya 0,1% dari akun-akun tersebut ditangguhkan setelah diminta oleh pemerintah.

Perusahaan media sosial yang dipimpin oleh Jack Dorsey ini juga untuk pertama kalinya merilis statistik tentang akun-akun yang melanggar aturan di platformnya. Twitter membagi laporannya dalam enam kategori yaitu: penyalahgunaan, eksploitasi seksual anak, tindakan kebencian, informasi pribadi, media sensitif, dan ancaman berbahaya.


Secara total, 6.229.323 akun dilaporkan karena dianggap melanggar aturan Twitter. Jumlah akun yang ditindak, termasuk ditangguhkan, sebesar 605.794 akun.

Selain akun yang terkait dengan terorisme, Twitter juga menangguhkan 487.363 akun yang melanggar aturan terkait eksploitasi seksual anak. Sekitar 97% dari akun tersebut dihapus secara proaktif menggunakan teknologi seperti PhotoDNA.

Selain itu, Twitter juga melaporkan bahwa mereka menerima sekitar 504.259 laporan spam setiap bulannya. Angka ini juga merupakan penurunan dibandingkan enam bulan sebelumnya, yang mencapai 868.349 laporan spam.



Tonton juga video 'Twitter Berantas 70 Juta Akun Negatif Sepanjang 2018':

[Gambas:Video 20detik]

(jsn/jsn)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed