Kamis, 29 Nov 2018 13:50 WIB

Militer AS Borong HoloLens dari Microsoft

Anggoro Suryo Jati - detikInet
HoloLens-nya Microsoft diborong Militer AS (Foto: Justin Sullivan/Getty Images) HoloLens-nya Microsoft diborong Militer AS (Foto: Justin Sullivan/Getty Images)
Jakarta - Microsoft mendapat kontrak besar dari Angkatan Darat Amerika Serikat, atau US Army senilai USD 480 juta, untuk menyuplai setidaknya 100 ribu headset HoloLens.

Microsoft mengalahkan Magic Leap -- perusahaan pembuat headset augmented reality -- dalam kontrak ini. Wajar, mengingat Microsoft memang unggul di pasar enterprise untuk produk ini, ketimbang Magic Leap yang hanya bermain di pasar kelas consumer.

Ditambah lagi Microsoft sebelumnya memang sudah menjual sejumlah headset tersebut ke militer. Namun kontrak baru ini disebut menjadi kolaborasi yang lebih besar antara Microsoft dan militer AS.

HoloLens ini nantinya akan dipakai untuk kepentingan latihan militer dan juga peperangan. Dan HoloLens yang dipesan US Army tentu bukan HoloLens biasa yang dijual ke publik, melainkan headset dengan standar yang lebih tinggi dan fitur tambahan seperti pemindai panas dan night vision.




Selama dua tahun pertama, Microsoft diperkirakan bisa mengirimkan 2500 unit headset tersebut ke US Army, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (29/11/2018).

"Teknologi augmented reality akan memberikan informasi lebih banyak dan lebih baik bagi para prajurit yang berguna ketika akan mengambil keputusan," ujar juru bicara Microsoft dalam pernyataan tertulisnya.

Kerja sama antara perusahaan teknologi dan militer AS memang cukup sering terjadi dalam beberapa tahun belakangan. Padahal langkah tersebut seringkali diprotes oleh karyawannya, seperti yang dilakukan Google setelah menarik diri dari lelang teknologi untuk Dephan AS senilai USD 10 miliar setelah banyak diprotes karyawannya.


(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed