Kamis, 29 Nov 2018 06:15 WIB

Disokong Dana dari Pusat, GrabCar Indonesia Bakal Makin Ciamik

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Grab Foto: Grab
Jakarta - Grab Indonesia akan memanfaatkan sokongan pedanaan dari pusat untuk pengembangan inovasi dan pasar di Indonesia.

Seperti diketahui, sampai akhir tahun ini, Grab menargetkan dapat mengumpulkan pedanaan lebih dari USD 3 miliar. Meski tak menyebutkan angka pasti gelontoran pedanaan tersebut, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan fokus pihaknya untuk menggarap bisnis di Indonesia ini secara signifikan.

"Sudah pasti fokus kita terhadap Indonesia ini besar, tentunya penggunaan pendanaan ini untuk market Indonesia adalah hal yang signifikan," ujar Ridzki di Jakarta, Rabu (28/11/2018).


Dari sekian investor yang menyuntik Grab, Ridzki mengatakan pedanaan yang bersumber dari Toyota Motor Corp pada pertengahan tahun ini jadi salah satu yang akan digunakannya. Juni lalu, Toyota menanamkan investasi senilai USD 1 miliar ke kantong Grab.


Tonton video: Kini Berkendara Pakai Grab Jadi Lebih Aman

[Gambas:Video 20detik]


"Dari situ sudah disebutkan memang, salah satu fokus dari pendanaan tersebut untuk pengembangan inovasi dan market di Indonesia," ucapnya.

"Di luar itu untuk memperbaiki proses transportasi di Indonesia, terutama GrabCar di sini yang mana berkaitan dengan teknologi Toyota untuk pengalaman mereka dalam hal maintenance dan optimasi kendaraan. Ini yang akan kita pakai," sambungnya.

Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia.Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET


Layanan dari Toyota pun akan diintegrasikan lebih mendalam ke Grab. Hal itu sempat diungkapkan oleh Shigeki Tomoyama, Executive Vice President Toyota saat menyuntik perusahaan ride hailing bermarkas di Singapura ini.

"Ke depan, bersama dengan Grab, kami akan mengembangkan layanan yang lebih atraktif dan aman bagi konsumen kami di Asia Tenggara," ucap Shigeki kala itu.


Penambahan modal yang cukup besar ini tentu menambah amunisi Grab dalam usahanya menguasai pasar di Asia Tenggara. Setelah mengakuisisi unit bisnis Uber, mereka kini sedang bersiap menghadapi rencana ekspansi Go-Jek ke beberapa negara di kawasan ini. (agt/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed