Jumat, 23 Nov 2018 09:30 WIB

Laporan dari Singapura

GrabFood: Ayam Geprek Menu Terfavorit Orang Indonesia

Muhammad Idris - detikInet
Ayam geprek. Foto: Instagram Ayam geprek. Foto: Instagram
Singapura - Tren usaha kuliner meningkat pesat sejak beberapa tahun terakhir. Grab menyebut GrabFood tumbuh di atas 6 kali dalam 11 bulan terakhir. Perusahaan ride sharing asal Singapura ini sudah beroperasi di 116 kota di Tanah Air.

Head of GrabFood Southeast Asia, Tomaso Rodriguez, mengatakan ayam geprek jadi menu paling dibeli di platform Grab. Kemudian jumlah pemesanan terbesar kedua yakni minuman bubble tea.

"Saya sangat tertarik dengan perilaku konsumen di Indonesia, Singapura, dan Malaysia sangat menyukai ayam goreng dan untuk minumannya bubble tea. Sungguhan, hampir semua orang sangat suka keduanya. Di beberapa negara, ayam goreng jadi yang banyak dipesan di top 10, kemudian bubble ada di urutan kedua," ujar Tomaso di kantor pusat Grab, Singapura, Kamis (22/11/2018).

"Sementara khusus untuk Indonesia, paling banyak dipesan adalah ayam geprek dimana dalam setahun terakhir sudah dipesan sebanyak 30 juta. Bubble tea banyak dipesan di hari Jumat pagi di Indonesia, sementara di Malaysia dan Singapura, banyak orang memesan bubble tea di akhir pekan," tambahnya.


Dia menuturkan, dalam riset yang sudah dilakukan pada Oktober lalu, sebanyak 48% orang Indonesia memilih menggunakan GrabFood untuk memesan makanan. Grab menargetkan bisa beroperasi di 137 kota di akhir tahun ini.

"Super cepat perkembangan di Asia Tenggara. Saya pikir GrabFood sangat cepat sekali pertumbuhannya dalam 11 bulan dan bisa menjadi pemimpin (pasar) di 2019 regional Asia Tenggara," kata Tomaso.

Diungkapkannya, pertumbuhan GrabFood membantu peningkatan pendapatan merchat yang mayoritas merupakan UKM, serta membantu meningkatkan volume pemesanan untuk para mitra pengemudi.

"Kita fokus ekspansi pada merchant yang sudah mencapai 100.000 dimana sekitar 80% merupakan usaha kecil. Beberapa di antaranya bahkan penjualannya naik di atas 80% setelah bergabung dengan GrabFood. Tak hanya merchant, tapi juga jadi peluang untuk para mitra pengemudi yang keuntungannya meningkat sekitar 40% dari pemesanan makanan," pungkas Tomaso.

(ega/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed