Kamis, 22 Nov 2018 07:02 WIB

Waduh, Facebook Dipakai Buat Lelang Pengantin di Bawah Umur

Virgina Maulita Putri - detikInet
Facebook dipakai buat lelang pengantin di bawah umur. Foto: Reuters Facebook dipakai buat lelang pengantin di bawah umur. Foto: Reuters
Jakarta - Facebook dikecam oleh organisasi hak asasi manusia Plan's International setelah platform-nya digunakan untuk lelang pengantin di bawah umur di Sudan Selatan.

"Penggunaan teknologi yang biadab ini mengingatkan pada zaman jual-beli budak," kata direktur Plan's International di Sudan Selatan, George Otim dalam blog-nya, seperti dikutip detikINET dari CNET, Kamis (22/11/2018).


"Bahwa seorang anak perempuan bisa dijual untuk dinikahi di situs jejaring sosial terbesar di dunia saat ini sangatlah tidak bisa dipercaya," sambungnya.

Ayah dari anak perempuan berusia 16 tahun itu dibayar dengan 500 sapi, tiga mobil, dan uang sebanyak USD 10.000 (Rp 146 juta) untuk menikahkan anaknya. Menurut hukum Sudan Selatan, anak tersebut termasuk golongan di bawah umur.

Lelang tersebut dimulai pada 25 Okktober dan diikuti oleh lima orang, yang beberapa di antaranya merupakan petinggi pemerintahan. Anak tersebut kemudian dinikahi pada tanggal 3 November.

Facebook sendiri langsung menghapus postingan tersebut pada tanggal 9 November, segera setelah mereka mengetahui keberadaannya. Facebook menyebut postingan tersebut melanggar aturannya mengenai perdagangan manusia.


"Berbagai bentuk perdagangan manusia - baik dalam bentuk post, pages, iklan, atau grup - tidak diperbolehkan di Facebook," tulis juru bicara Facebook dalam pernyataan resminya.

"Kami telah menghapus post tersebut dan secara permanen menonaktifkan akun yang memposting hal ini ke Facebook," pungkasnya.




Tonton juga 'Cara Facebook Saring Konten Negatif pada Akun Grup':

[Gambas:Video 20detik]

(vim/afr)