Sabtu, 27 Okt 2018 07:10 WIB

Bukalapak Akan Buka Pusat Riset AI

Virgina Maulita Putri - detikInet
ilustrasi Bukalapak. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto) ilustrasi Bukalapak. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)
Jakarta - Salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, Bukalapak akan membuka pusat riset kecerdasan buatan atau dikenal artificial intelligence (AI).

Hal ini disampaikan pendiri dan CEO Bukalapak Achmad Zaky saat berbicara tentang masa depan teknologi Indonesia di gelaran IDEAFEST 2018.

Pembukaan pusat riset ini dilatarbelakangi sulitnya mencari talenta teknisi AI di Indonesia. Pusat riset ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Bukalapak dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Kami sekarang punya 800 engineer, masih butuh ribuan hingga lima tahun ke depan," kata Zaky di salah satu sesi IDEAFEST, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (26/10/2018).


"Untuk memenuhi itu, terutama karena talent AI susah banget kita bikin Bukalapak research center sama ITB," lanjutnya.

Dengan adanya pusat riset ini, Zaky berharap akan lahir lebih banyak teknisi dan ilmuwan AI yang dapat menjadi talenta bagi startup baru. Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara pun mengamini harapan tersebut.

"Karena kita kan butuh yang namanya AI, cloud computing, kemudian robotic semua yang kaitannya dengan teknologi revolusi industri keempat," kata Rudiantara dalam kesempatan yang sama.

"Kan startup cari talent-nya dari mana kalau tidak didevelop," lanjutnya.


Pusat riset AI ini nantinya akan melatih murid SMA, SMK dan mahasiswa. Dipilihnya ITB sendiri karena status Achmad sebagai alumni ITB dan ia menilai program software engineer di ITB merupakan yang terbaik di Indonesia.

"Kita akan sumbangkan data kita untuk kampus. Kemudian kampus juga akan menyumbangkan pengetahuannya untuk riset, jadi dua-duanya saling menguntungkan," jelas Zaky.

Achmad pun meyakinkan bahwa data pengguna yang disumbangkan hanya berupa model dan bukan data sebenarnya. Jadi data dan identitas pengguna akan aman.

Pusat riset ini dijadwalkan akan diresmikan pada bulan depan oleh Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir. (jsn/jsn)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed