Jumat, 26 Okt 2018 09:01 WIB

Orang Terkaya Jepang Diam-diam Temui Pangeran Arab, Mau Apa?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Pangeran Mohammed bin Salman. Foto: Dok. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS Pangeran Mohammed bin Salman. Foto: Dok. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS
Riyadh - CEO SoftBank Group, Masayoshi Son yang juga salah satu orang terkaya di Jepang, belum lama ini mengumumkan bahwa ia membatalkan rencananya untuk hadir ke Future Investment Initiative di Riyadh, Arab Saudi. Sekadar informasi, acara tersebut mirip dengan World Economic Forum.

Walau begitu, bukan berarti ia sama sekali mengurungkan niatnya untuk terbang ke negeri penghasil minyak tersebut. Bahkan, ia dikabarkan telah menemui Putra Mahkota Arab Saudi, yaitu Pangeran Mohammed bin Salman di Riyadh.



Menariknya, pertemuan tersebut dilangsungkan di tengah-tengah dugaan keterlibatan Pangeran Mohammed bin Salman dengan kematian Jamal Khashoggi. Ya, pemerintahan negara tersebut memang tengah dipusingkan dengan kasus yang menimpa jurnalis itu.

Mereka menyatakan terus melakukan pemeriksaan secara teliti terkait dengan pembunuhan kolumnis Washington Post tersebut. Di samping itu, mereka juga terus meyakinkan bahwa Pangeran Mohammed bin Salman tidak terlibat dalam insiden tersebut.

Kembali lagi ke Son. Pria keturunan Korea ini juga membatalkan agendanya dalam menghadiri makan malam di kediaman Yasir Al-Rumayyan. Tokoh yang disebutkan tersebut adalah Managing Director of Public Investment Fund (PIF).

Itu adalah lembaga yang menyuntikkan dana sebesar USD 45 miliar ke proyek pendanaan SoftBank bernama Vision Fund. Ditargetkan untuk mencapai investasi sebesar USD 100 miliar, kini proyek tersebut sudah menggelontorkan dana sebesar USD 93 miliar ke 65 perusahaan.

Selain Son, Marcelo Claure selaku COO SoftBank, juga menarik diri dari konferensi tersebut. Walau demikian, sejumlah petinggi perusahaan asal Jepang tersebut masih ada yang menghadiri Future Investment Initiative.



Sebagaimana detikINET kutip dari Japan Times, Kamis (25/10/2018), mereka adalah Saleh Romeih dan Faisal Rahman. Keduanya masing-masing menjabat sebagai Managing Partner dan Head of Operations Middle East.

Sayangnya, tidak diketahui apa yang dibicarakan antara Son dan Pangeran Mohammed bin Salman karena sifat pertemuannya memang tertutup. Terlebih, nama pertama sudah meninggalkan Riyadh pada Rabu (24/10/2018) waktu setempat.




Tonton juga 'Putra Mahkota Saudi Janji Hukum Pembunuh Khashoggi':

[Gambas:Video 20detik]

(mon/fyk)