Jumat, 12 Okt 2018 12:59 WIB

Spotify, Startup Eropa dengan Valuasi Tertinggi yang Baru Ultah ke-10

Naela Inaya Hikmatika - detikInet
Spotify baru saja ultah ke-10 (Foto: Getty Images/Mario Tama) Spotify baru saja ultah ke-10 (Foto: Getty Images/Mario Tama)
Jakarta - Spotify baru saja berulang tahun. Dalam 10 tahun perjalanannya, penyedia layanan streaming musik itu kini juga sudah menjadi startup Eropa dengan valuasi tertinggi.

Saat ini Spotify bisa dinikmati di lebih dari 65 negara dunia dan memiliki 80 juta pengguna premium. Sejak lahir di Swedia pada 7 Oktober 2008 lampau, Spotify kini eksis dengan menggandeng label-label ternama industri musik dunia seperti Warner, Universal dan EMI.




Perjalanan Spotify selama genap 10 tahun itu telah menghasilkan prestasi luar biasa. QZ.com mengingatkan bahwa Spotify merupakan startup Eropa dengan valuasi tertinggi, merujuk penelitian oleh GP Bullhound per Juni 2018.

Spotify tercatat punya nilai USD 30 Miliar atau setara dengan Rp 455 triliun. Jika dibandingkan, startup Supercell yang menghasilkan deretan video games ternama seperti Clash of Clans dan Hay Day pun masih tertinggal tiga kali lipat dengan valuasi USD 10 Miliar.

Pun demikian, kehadiran Spotify dalam industri musik masih diperdebatkan. Banyak yang menganggap kehadiran Spotify lebih memberi kesempatan penyanyi kecil untuk mendapatkan nama, sementara di sisi lain tidak terlalu berimbas kepada penyanyi yang sudah top seperti Taylor Swift.

Spotify Jadi Startup Eropa TermahalData GP Bullhound


Program Spotify yang sering disebut freemium atau pengguna gratis memang menjadi unggulan untuk Spotify dalam menggaet pengguna. Mereka bisa mencicipi lagu yang belum ditawarkan oleh layanan streaming musik manapun secara gratis.

Dengan harga premium yang sama yang ditawarkan oleh layanan streaming musik lainnya, Spotify memberikan kemudahan memilih layanan streaming untuk pengguna Spotify freemium untuk memiliki akun premium.

Walaupun telah menjadi startup paling bernilai di benua Eropa, Spotify masih kalah dibandingkan startup di Asia dengan Alibaba-nya maupun Amerika dengan Tesla-nya.


Ditambah lagi, konflik kerugian yang dialami Spotify dan ketatnya persaingan dengan Apple Music yang berada di balik perusahaan senilai USD 1 triliun mungkin bisa membuat Spotify kehilangan gelar menjadi layanan streaming musik terbaik di dunia.




Tonton juga 'Spotify Ambil Langkah Tegas pada Pengguna Aplikasi Bajakan':

[Gambas:Video 20detik]

(rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed