Selasa, 09 Okt 2018 14:43 WIB

Google Kian Diandalkan Orang Indonesia yang Mau Liburan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Zulfi Rahardian dari Google Indonesia memaparkan kecenderungan kian diandalkannya Google oleh orang yang mau liburan (Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET) Zulfi Rahardian dari Google Indonesia memaparkan kecenderungan kian diandalkannya Google oleh orang yang mau liburan (Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET)
Jakarta - Travelling, liburan, atau berwisata merupakan salah satu industri penting di Indonesia. Hal ini tidak mengejutkan, mengingat proyeksi pendapatan dari industri perjalanan di Indonesia akan mencapai USD 25 miliar (Rp 380 triliun) pada tahun 2025.

Salah satu bagian yang terus berkembang dari industri ini adalah online travel. Masyarakat Indonesia rupanya semakin mengandalkan online platform seperti Google untuk merencanakan perjalanan.

"Jadi saat kita lihat pergerakannya dari Januari 2017 sampai dengan saat ini, segala pencarian yang berhubungan dengan travel itu bertumbuh sebanyak 30% di Google Search," kata Industry Manager Google Indonesia Zulfi Rahardian saat media briefing di kantor Google Indonesia, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Menurut Zulfi, ada beberapa kata kunci dan tujuan wisata yang paling banyak dicari oleh orang Indonesia. Seperti Jakarta untuk tujuan wisata dalam negeri dan Singapura untuk tujuan wisata mancanegara. Selain itu, 9 dari 10 konsumen Indonesia juga semakin yakin pada pentingnya pencarian online dalam proses perencanaan liburan.
"Pada saat proses merencanakan liburan pasti yang dilakukan searching dulu. Misalnya saya mau ke Jogja ada apa saja, mulai cari dari destinasinya sampai akhirnya mulai dilihat ke sana tiketnya ada apa saja," ujar Zulfi.

Zulfi menambahkan bahwa masyarakat Indonesia semakin mengandalkan video review tempat wisata dari vlogger. Disebutkan bahwa 8 dari 10 orang Indonesia memiliki persepsi positif terhadap suatu brand setelah melihat video terkait.

"Jadi kalau misalnya banyak dari kita yang melihat dari banyak content creator yang me-review destinasi atau hotel tertentu, dan ini ternyata memberikan dampak positif persepsi orang terhadap hotel atau provider travel tertentu," jelasnya.
Tidak hanya saat perencanaan liburan, orang Indonesia juga masih rajin melakukan pencarian terkait lokasi wisata saat sudah memulai liburan.

"Orang-orang itu juga menjadi lebih aktif untuk mencari saat mereka sedang liburan. Jadi kita lihat growth sebanyak 140% khusus pencarian terkait tourist activity. Terutama hal-hal yang berbau lokal untuk di-explore," jelas Zulfi.

"Seperti mencakup tourist destination, attraction. Kemudian mereka mencari tentang food and beverage. Dan juga tempat belanja," tuturnya.





Tonton juga 'Susul Path, Google+ Juga Tutup Usia':

[Gambas:Video 20detik]

(krs/mon)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed