Selasa, 02 Okt 2018 17:47 WIB

Menelusuri Jejak Digital Kabar Penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet

Kris Fathoni W - detikInet
Foto: Aktivis Ratna Sarumpaet (Marlinda-detikcom) Foto: Aktivis Ratna Sarumpaet (Marlinda-detikcom)
Jakarta - Aktivis Ratna Sarumpaet kabarnya menjadi korban penganiayaan. Sejak masuk bulan Oktober, ia juga tak lagi rutin mem-posting tulisan dalam akunnya di media sosial Twitter.

Kabar mengenai dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet muncul pada Selasa (2/10/2018). Pada siang hari, kabar itu dikonfirmasi oleh anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade.




Menelusuri lebih jauh media sosial Twitter, anggota Rachel Maryam yang merupakan anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Partai Gerindra sebelumnya juga sudah mengabarkan adanya dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet.

Pada pukul 10:51 WIB hari ini, Rachel menyebut bahwa Ratna Sarumpaet dalam kondisi babak belur setelah dipukuli sekelompok orang. Di postingan ini Rachel sempat menyebut pemukulan terjadi pada Senin (1/10) malam, seraya menautkan gambar kondisi korban.

Rachel pada prosesnya memberikan update lewat kicauan berikutnya di Twitter. Pada posting pukul 11:52 WIB hari ini, Rachel menegaskan bahwa penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet memang benar terjadi, walaupun terjadi pada tanggal 21 September. "Berita tidak keluar karena permintaan bunda Ratna Sarumpaet pribadi, beliau ketakutan dan trauma. Mohon doa."

Di Twitter pada pukul 13:06 WIB hari ini, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mem-posting foto dirinya bersama Ratna Sarumpaet. Fadli menulis, dua hari lalu dirinya sudah menjenguk Ratna Sarumpaet yang sedang menjalani proses pemulihan.




Beberapa jam berselang, pukul 16:05 WIB, Fadli Zon kembali mencuitkan tulisan di Twitter berisikan informasi bahwa Ketum Gerindra Prabowo Subianto sudah menemui Ratna Sarumpaet untuk mendengar kejadian penganiayaan.




Menilik isi dari rentetan rekam jejak digital tersebut, lewat pemberitaan maupun di medsos, Ratna Sarumpaet terindikasi jadi korban penganiayaan pada tanggal 21 September. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Siang ini Satuan Polisi Militer (Satpom) AU Bandara Husein Sastranegara setidaknya sudah langsung mengecek informasi dugaan penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Dari hasil pengecekan, tidak ada insiden penganiayaan di dalam kompleks Bandara Husein pada hari Jumat 21 September 2018. Belum diketahui perihal kemungkinan terjadinya penganiayaan di luar bandara.




Mencermati akun Twitter Ratna Sarumpaet pada 21 September, ia terlihat masih mem-posting tulisan seperti biasa. Di tanggal yang sama, ia juga bersedia memenuhi permintaan wawancara dengan detikcom lewat sambungan telepon.

Sehari berselang, tanggal 22 September, Ratna Sarumpaet juga tetap aktif di Twitter. Salah satu postingannya pada pukul 12:50 WIB, bahkan memberi tautan url pemberitaan hasil wawancara detikcom terhadap dirinya.

Sejak itu, sampai akhir September, Ratna Sarumpaet masih rutin posting di Twitter. Hanya pada tanggal 23 September saja ia istirahat berkicau. Pun demikian, belum ada lagi kicauan dari Ratna Sarumpaet di Twitter pada bulan Oktober, sampai akhirnya kini ramai pemberitaan mengenai dugaan penganiayaan terhadap dirinya.




(krs/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed