Senin, 17 Sep 2018 13:10 WIB

Twitter Dituding Membiarkan Peredaran Bot

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Pemerintah Iran menuding Twitter membiarkan peredaran bot (Foto: twitter) Pemerintah Iran menuding Twitter membiarkan peredaran bot (Foto: twitter)
Jakarta - Pemerintah Iran menuding Twitter membiarkan bot anti pemerintahan beredar, namun di lain pihak malah menutup akun milik warga Iran yang asli.

Tudingan ini dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif melalui akun Twitter resminya. Dalam kicauannya itu, Zarif mengalamatkan tudingan tersebut kepada CEO Twitter Jack Dorsey.






Menurut Zarif, Twitter menutup akun milik warga Iran yang asli, termasuk beberapa presenter televisi dan pelajar. Akun-akun tersebut ditutup karena diduga menjadi bagian dari sebuah sebuah kampanye.


Namun di lain pihak, Twitter malah membiarkan bot beredar, terutama dalam propaganda terkait perubahan rezim di Albania, demikian dikutip detikINET dari Cnet, Senin (17/9/2018).

"How about looking at actual bots in Tirana used to prop up 'regime change' propaganda spewed out of DC? #YouAreBots," tulis Zarif dalam kicauannya itu.

Jack Dorsey, yang akun Twitternya di-mention tak membalas kicauan Zarif tersebut. Pihak Twitter pun belum mengeluarkan pernyataan resminya mengenai kicuan Menlu Iran tersebut.

Sebelumnya, Twitter dan Facebook secara kolektif sudah menghapus ratusan laman, grup dan akun palsu yang terkait dengan kampanye disinformasi, tepatnya pada Agustus lalu. Twitter secara spesifik menyebut sudah menutup 284 akun yang terkait kampanye disinformasi di iran.

Twitter, Facebook, dan Google belakangan memang tengah dipantau oleh banyak pihak karena platform media sosialnya banyak dipakai untuk kampanye disinformasi, seperti menyebar berita palsu terkait pemilihan presiden AS 2016 lalu.

(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed