Kolaborasi Xiaomi dan Leica di Xiaomi 17 Series membawa standar baru dalam mobile photography. Berlandaskan filosofi 'Essential Leica Imagery', Leica menghadirkan teknologi dan konfigurasi terbaru di Xiaomi 17 Series. Ditambah lagi adanya Lofic Technology, hasil foto pun makin tajam.
Dengan begitu, pengguna bisa mendapatkan kualitas gambar yang tajam dan detail secara konsisten di berbagai kondisi pencahayaan. Kerennya tak cuma saat terang atau gelap, tetapi juga kombinasi keduanya.
Kamera yang dibawa oleh Xiaomi 17 pun gokil. Ada tiga kamera Leica yang disematkan dalam HP Xiaomi 17. Yang pertama adalah Leica Main Camera dengan 50 MP, kemudian Leica ultra-wide 50 MP, dan Leica 60 mm floating telephoto 50 MP. Kamera utama Leica dilengkapi dengan light fusion 950 image sensor. Kamera depannya membawa resolusi 50 MP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leica terkenal dengan tone warna distinctive yang sulit ditiru. Kini, estetika Leica yang autentik hadir dengan kualitas yang lebih baik di Xiaomi 17 Series. Lensa kamera mutakhir Leica di Xiaomi 17 Series mampu mendukung kualitas foto HDR generasi terbaru dengan detail yang lebih kaya dan rentang warna yang lebih luas.
HDR generasi terbaru di Xiaomi 17 Series bukan sekadar filter digital, melainkan hasil dari proses kompleks di mana kamera menangkap berbagai lapisan exposure dalam hitungan milidetik lalu menjahitnya menjadi satu foto dengan komposisi warna yang seimbang. Pengguna pun bisa melihat langsung bagaimana gradasi warna terlihat lebih halus dan detail pada area gelap tetap terlihat jelas tanpa membuat area terang menjadi overexposed.
Sementara itu untuk ultra, makin cetar pula. Jeksen Product Marketing Lead Xiaomi Indonesia menjelaskan adanya sensor 1 inch yang dihadirkan pertama kali di Xiaomi. Sensor kamera utama 50 MP Light Fusion 1050L berukuran 1 inch adalah keunggulan utama Xiaomi 17 Ultra.
Xiaomi 17 Ultra menyematkan Leica Summilux optical lens- VARIO-APO-SUMMILUX 1:1. Kamera utamanya 200 MP, 75-100 mm telephoto. Ada pula kamera ultra-wide 50 MP. Sementara untuk kamera makro, support macro 30 cm dan ultra-wide macro di 5 cm. Kamera depannya 50 MP dengan 21 mm equivalent focal length.
"Mungkin teman-teman sudah kenal, tapi kali ini kami hadirkan Xiaomi untuk pertama kalinya, Lofic Technology. Di sini, kami juga menghadirkan pertama kalinya, lensa tele, folding 75-100 mm di 200 MP," terang Jeksen.
"Biasanya kalau sebelum-sebelumnya, ada sih yang 200 MP, tapi cuma di satu focal length. Nah, tapi di sini, kita bisa di range variatif 75-100," tambahnya.
Teknologi Lofic, Bikin Foto Makin Tajam
Ketika bicara Xiaomi 13 Ultra, 14 Ultra, 15 Ultra, semuanya memang sama-sama memakai sensor 1 inch. Akan tetapi, Lofic ini membawa hal berbeda di Xiaomi 17 Ultra.
"Kali ini kami menggunakan, selain jenis sensornya, Light Fusion 1050L, spesifik di belakang itu ada L. Karena secara hardware, ini adalah Light Fusion, yang kita sudah sematkan teknologi Lofic," tuturnya.
Lateral Overflow Intervation Capacitor (Lofic) memungkinkan pengguna untuk mengeksplor fotografi jadi lebih seru. Kalau anak kamera, pasti sudah kenal dengan teknologi HDR yakni teknologi tiga foto untuk higher exposure, mid, dan low exposure.
"Tapi sometimes, ketika HDR gambar jadi flat. Di sini, kami menggunakan teknologi Lofic. Dia itu, ibarat kata, cahaya seminim apapun, dia itu akan menyerap sekaligus maksimum. Bahkan cahaya yang terlalu keras pun, kadang-kadang bisa jadi over exposure, atau over wash," tutur Jeksen.
Dengan demikian, hasil foto bisa menjadi terlihat 'pas' seperti yang kita lihat dengan mata sendiri. Inilah yang membuat Xiaomi 17 Ultra memegang gelar 'Master of Night'. Dengan kondisi low light, bahkan hujan sekalipun, hasil fotonya diklaim akan jernih dan memukau.
"Dia bisa menangkap titik-titik kecil cahaya sekalipun, akan diserap secara maksimal, sehingga memberikan gambar yang tetap baik, secara exposure. Kurang lebih, meningkatkan dynamic range. Dan kalau HDR biasa bikin flat, dengan low light, ini jauh lebih baik. Dan catatan ini ya, ini hanya di main kamera kita," tegasnya.
(ask/fay)

