Senin, 10 Sep 2018 09:14 WIB

Jack Ma, Bill Gates dan Usahanya Menyatukan Dunia

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
FOKUS BERITA Jack Ma Pensiun
Jakarta - Rencana pensiun Jack Ma ternyata tidak sembarangan. Belajar banyak dari Bill Gates membuatnya memiliki visi dalam menjalani masa pensiun nanti.

Berada di ambang pelepasan jabatan tentunya membuat Jack Ma tak ingin menghabiskan masa pensiunnya tanpa arah. Ia pun mengaku banyak belajar dari pendiri Microsoft itu dalam menentukan bagaimana dirinya menjalani masa-masa selepas memimpin sebuah perusahaan besar.

"Ada banyak yang bisa saya pelajari dari Bill Gates. Saya tidak akan pernah bisa sekaya dirinya, tapi satu hal yang membuat saya lebih baik darinya adalah saya bisa pensiun lebih dini," ujarnya.



Saat ini, jika memang pria kelahiran Hangzhou, China, akan pensiun pada 2018, maka usianya paling tidak hanya menyentuh angka 54 tahun. Sedangkan pendiri Microsoft sudah berusia 58 tahun saat mundur pada 2014 lalu.

Sedangkan jika bicara soal kekayaan, Ma memang tertinggal jauh dari Gates. Kekayaan milik nama yang pertama disebutkan berada di kisaran USD 40 miliar (Rp 592 triliun), sedangkan miliuner berikutnya sudah mengantongi lebih dari USD 97 miliar (Rp 1.437 triliun) berdasarkan data dari Bloomberg.

Lantas, apa sih sebenarnya yang dipelajari Ma dari Gates? Kebiasaan berderma jadi salah satunya. Berangkat dari situ, pria yang sempat menyambangi Indonesia beberapa waktu lalu itu pun sudah mendirikan Jack Ma Foundation untuk menyalurkan kegiatan filantropinya.

Jack Ma, Bill Gates dan Usahanya Menyatukan DuniaFoto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO/INASGOC


Sekadar informasi, yayasan yang dimiliki oleh pendiri Microsoft juga menggunakan namanya sendiri, walau ditambah nama istrinya, yaitu Bill & Melinda Gates Foundation.

Selain itu, sektor yang sepertinya akan diincar oleh Ma dalam kegiatan filantropinya juga tampaknya mengekor dari Gates. Kesehatan jadi salah satunya.

Bukan cuma sekadar memberikan santunan, ada pesan juga yang ingin disampaikan pria yang muncul di upacara penutupan Asian Games 2018 tersebut. Sebagai seseorang yang sudah bertemu pemimpin dari dua negara besar, yaitu Amerika Serikat dan China, ia melihat kegiatannya itu sebagai jembatan untuk mempersatukan kedua pihak.


Simak Juga 'Ini Isi Lengkap Surat Pengunduran Jack Ma':

[Gambas:Video 20detik]


"Orang-orang di China dan Amerika, ada satu hal yang membuat mereka jadi sama, yaitu rasa cinta dan saling menghargai," ucapnya, sebagaimana detikINET kutip dari Bloomberg, Minggu (9/9/2018).

"Ini adalah bahasa umum yang kita punya. Revolusi teknologi terjadi karena Perang Dunia I, yang kedua disebabkan Perang Dunia II. Sekarang kita berada di revolusi ketiga, apa yang akan terjadi? Ini akan jadi perang terhadap kelaparan, penyakit, dan lainnya," tuturnya menambahkan.

Selain itu, dalam waktu dekat, ia pun dijadwalkan untuk terbang ke Cape Town dalam rangka membangun pusat pelatihan kewirausahaan terhadap anak-anak muda di sana. Itu adalah janji yang sebelumnya diucapkannya kepada Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa. (mon/afr)
FOKUS BERITA Jack Ma Pensiun

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed