Sabtu, 08 Sep 2018 16:30 WIB

Angkatan Udara AS akan Periksa Elon Musk Terkait Isap Ganja

Virgina Maulita Putri - detikInet
CEO Space X dan Tesla Elon Musk. Foto: Joshua Lott/Getty Images CEO Space X dan Tesla Elon Musk. Foto: Joshua Lott/Getty Images
Jakarta - Aksi mengisap ganja yang dilakukan CEO Space X dan Tesla Elon Musk berbuntut panjang. Setelah mengisap ganja di podcast milik komedian Joe Rogan, Elon tersangkut masalah dengan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).

Seorang sumber dari USAF mengatakan, lembaganya akan memeriksa penggunaan ganja oleh Elon. Investigasi ini dikarenakan perusahaan roket milik Musk, SpaceX, memiliki beberapa kontrak dengan USAF terkait peluncuran roket.



Sebagai pendiri dan CEO SpaceX yang layanannya digunakan oleh pemerintah AS, Musk memiliki izin keamanan pemerintah. Pihak sipil maupun militer yang memiliki izin keamanan pemerintah dilarang untuk menggunakan mariyuana.

Dalam pernyataannya, juru bicara USAF mengatakan bahwa mereka masih memeriksa beberapa fakta sebelum memutuskan tindakan selanjutnya.

"Kami akan membutuhkan waktu untuk menetapkan fakta-fakta dan proses yang tepat untuk menangani situasi ini," kata juru bicara USAF kepada CNBC, seperti dikutip detikINET, Sabtu (8/9/2018).

Selain melanggar peraturan USAF, Musk juga dianggap melanggar kode bisnis dan etik Tesla. Sebelumnya, Tesla juga sudah menyatakan bahwa peraturan mereka melarang pegawai bekerja di bawah pengaruh obat-obatan terlarang dan alkohol.

Seperti diketahui, dalam wawancara berdurasi 2,5 jam dan disiarkan langsung lewat YouTube tersebut, Elon selain mengisap ganja juga terlihat meminum whiskey langsung dari botol berukuran besar.



Elon dianggap mewakili Tesla sebagai CEO dalam wawancara tersebut. Dengan mengonsumsi ganja dan whiskey, ia sedang dalam pengaruh obat-obatan dan alkohol saat bekerja. (rns/rns)