Kominfo Lontarkan Ide 'Asosiasi Hacker Indonesia'
- detikInet
Jakarta -
Peranan hacker dalam perkembangan sistim informasi Indonesia ternyata tidak bisa dikecilkan. Oleh karena itu, Dirjen Telematika Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) Cahyana Ahmadjayadi melontarkan ide dibentuknya 'Asosiasi Hacker Indonesia'. Hal itu terlontar dalam diskusi dengan perwakilan komunitas Teknologi Informasi Indonesia di Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Diskusi itu merupakan bagian dari Pameran Industri Telematika yang digelar Deperindag sejak Senin (8/8/2005). Adalah Djarot Subiantoro, Ketua Umum Asosiasi Piranti Lunak Indonesia (Aspiluki), yang menyebut pentingnya hacker di Indonesia. Tentunya yang dimaksud hacker oleh Djarot bukan 'penjahat cyber', 'pencuri kartu kredit' atau citra buruk lain yang selama ini melekat pada istilah hacker. Hacker adalah pihak yang gemar meneliti sebuah sistim teknologi informasi, baik itu dari sisi piranti lunak maupun sisi lainnya. Setiap hari, Djarot memperkirakan, ada sekitar 200 percobaan hacker untuk menembus sistim informasi perbankan di Indonesia. Djarot menjelaskan, dalam proses pembuatan piranti lunak pasti ada hal-hal yang terlupakan oleh pengembangnya. Hal tersebut kemudian menjelma 'lubang' pada piranti lunak yang bisa dimanfaatkan oleh pihak lain. Hacker adalah pihak yang menurut Djarot bisa menemukan 'lubang' seperti itu. "Sebenarnya hacker bagian dari sistim, karena mereka yang lebih tahu soal sistim," ujarnya. Hal itu serta-merta disambut Cahyana Ahmadjayadi, Dirjen Telematika Depkominfo. "Kalau begitu, kenapa kita nggak bangun Asosiasi Hacker Indonesia saja?" ujarnya setengah bercanda. Meski setengah berkelakar, Cahyana mengatakan hal semacam itu bukan tidak mungkin. Dengan memfasilitasi para hacker, tutur Cahyana, 'energi berlebih' yang dimiliki mereka mungkin bisa tersalurkan secara lebih positif. Ia menyebut Bill Gates sebagai contoh hacker sukses.
(wsh/)