Selasa, 28 Agu 2018 09:21 WIB

Penumpang Dibunuh, Aplikasi Ubernya China Ramai Dihapus

Fino Yurio Kristo - detikInet
Taksi Didi. Foto: Reuters Taksi Didi. Foto: Reuters
Beijing - Kasus pemerkosaan dan penumbuhan seorang penumpang Didi Chuxing membuat warga China marah. Kampanye untuk menghapus aplikasi Didi pun merebak luas.

Dikutip detikINET dari Bloomberg, Didi menjadi sasaran kemarahan konsumen, pemerintah dan tentu saja warga China. Kasus terbaru yang menghebohkan adalah pembunuhan dan pemerkosaan wanita berusia 20 tahun bernama Zhao di wilayah Wenzhou.

Zhao diketahui menumpang sebuah mobil Didi pada pukul 1 malam di hari Sabtu waktu setempat. Sekitar sejam sesudahnya, dia mengirim pesan terakhir pada seorang teman untuk meminta tolong, sebelum hilang kontak.



Pada pukul 1 siang hari sesudahnya, driver berusia 27 tahun bernama Zhong ditangkap polisi dan mengaku telah memperkosa kemudian membunuh korban. Tubuh korban telah ditemukan dan saat ini investigasi terus berlangsung.

Banyak warga pun menyerukan menghapus aplikasi Didi akibat kejadian ini. Aktris terkenal di China, Wang Xiaochen memposting dirinya menghapus Didi kepada 9 juta follower di Weibo dengan caption 'goodbye'. Banyak follower itu kemudian melakukan hal yang sama.

Permintaan maaf Didi di akun media sosialnya meraup lebih dari 500 ribu komentar, dengan mayoritas melontarkan kritikan. Apalagi ini adalah kasus pembunuhan kedua di mobil Didi, di mana pada Mei lalu, seorang pramugari juga dibunuh sopirnya.

Banyan netizen menginginkan Didi berbenah untuk meningkatkan rasa aman bagi para penumpang. "Aku tidak akan berani lagi menggunakan layanan Didi," tulis sebuah komentar di internet. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed