BERITA TERBARU
Senin, 06 Agu 2018 14:09 WIB

Ramai Beredar Hoax Gempa Lombok, Bagaimana Antisipasinya?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi peredaran hoax soal gempa. Foto: Mindra Purnomo Ilustrasi peredaran hoax soal gempa. Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Sejumlah hoax yang beredar di media maya terkait dengan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi berbahaya karena bisa memperparah kepanikan warga di sana.

Walau memiliki efek buruk, menurut pengamat media sosial Nukman Luthfie, munculnya hoax di tengah bencana memang tidak bisa dihindarkan.

"Motifnya itu bisa macam-macam. Pertama, ada yang niatnya untuk memperingatkan kerabat-kerabatnya agar tidak ke sana. Kedua, ada yang sengaja dengan tujuan komersil atau politik, ini yang harus kita cegah," ujarnya saat dihubungi detikINET, Senin (6/8/2018).


Ia menambahkan, dirinya tidak bisa menilai apakah hoax yang menyebar soal gempa di Lombok bertujuan sebagai peringatan atau ada maksud terseblubung di dalamnya. Menurutnya, sulit untuk menimbangnya hanya dari melihat suatu kicauan atau unggahan.

Terlepas dari hal itu, yang terpenting menurutnya adalah untuk tidak cepat-cepat menyebarkan informasi semacam itu, terutama bagi warga di luar wilayah terdampak bencana. Bagi Nukman, orang-orang di luar lokasi bencana seharusnya bisa lebih tenang dalam menyikapi informasi-informasi tidak benar dan menyesatkan.

Beberapa langkah pun bisa diterapkan netizen jika melihat hoax di dalam platform media sosial mereka. Salah satunya adalah dengan memeriksa kebenaran sumbernya.

"Coba lihat akun yang memberikan informasi tersebut memiliki centang biru atau tidak. Kalau ada, berarti mereka bisa dipercaya. Atau bisa melihat dari sumber atau lembaga yang punya otoritas," katanya.

"Kalau bencana gempa bisa ke info BMKG atau humas BMKG. Itu kan dua-duanya juga punya centang biru (di Twitter). Atau bisa dari Sutopo (Humas BNPB)," ucapnya menambahkan.


Selain itu, Nukman juga mengatakan, untuk memeriksa kebenaran suatu informasi, bisa menanyakan ke teman-teman yang sedang berada di lokasinya langsung. Melalui akun Twitter miliknya, dirinya pun tampak membagikan sejumlah unggahan dari @suryadelalu, yang ia percaya memang berada di sana.

Kemudian, ia juga menyebut untuk melihat pemberitaan media dalam memastikan sebuah informasi. Menurutnya, media sudah melakukan verifikasi mengenai berita yang dibuatnya, sehingga tidak ada salahnya menjadikannya sebagai bahan pertimbangan ketika ingin memastikan kebenaran sebuah informasi.

BMKG Minta NTB Jangan Terpancing Hoax Gempa, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]

(mon/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed