Sabtu, 04 Agu 2018 15:12 WIB

Anak Muda Makassar Ditantang Bangun Industri Digital di Sulsel

Ibnu Munsir - detikInet
Foto: Ibnu Munsir/deticom Foto: Ibnu Munsir/deticom
Makassar - Kiprah developer Tanah Air yang sukses menembus pasar internasional baru-baru ini menjadi pembuka jalan bagi developer lainnya, sekaligus membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing secara global.

Agar berkesinambungan dalam menembus pasar dunia, diperlukan upaya untuk memperbanyak developer yang berkualitas di berbagai daerah. Salah satunya, melalui pelaksanaan Bekraf Developer Day (BDD) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan. Digagas oleh Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi developer di ibu kota Sulawesi Selatan ini.



"Industri teknologi aplikasi dan game yang berkembang cukup pesat akan berdampak positif di bidang ekonomi dan sosial budaya sehingga ada kebutuhan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas developer aplikasi dan game," kata Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari, di Makassar, Sabtu (4/8/2018).

Makassar merupakan kota dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi di dunia sebesar 7,9 % pada 2017. Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhannya kembali menyentuh angka 7 yaitu mulai dari 7,0 sampai dengan 7,4% pada tahun ini. Sayangnya, kontribusi sektor ekonomi kreatif digital masih kecil.

Acara Bekraf Developer Day diikuti ribuan anak muda Makassar. Acara Bekraf Developer Day diikuti ribuan anak muda Makassar. Foto: Ibnu Munsir/deticom


"Untuk itu, penyelenggaraan BDD kali ini menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menggairahkan kembali iklim industri dan ekosistem ekonomi kreatif digital agar berkembang cepat dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerahnya," jelasnya.

Acara dengan tema Membangun Kemandirian Bangsa melalui Digital, Makassar yang merupakan kota keempat penyelenggaraan BDD 2018 menghadirkan sejumlah pelaku, praktisi dan expert industri kreatif digital tanah air. Seperti CEO Digital Happiness Rachmad Imron, pencipta game DreadOut yang saat ini sedang dalam proses produksi untuk diangkat ke layar lebar.

Anak Muda Makassar Ditantang Bangun Industri Digital di SulselFoto: Ibnu Munsir/deticom


Rachmad akan menginspirasi para developer dalam sesi game bersama Adam Ardisasmita (CEO Arsanesia), Frida Dwi (Asosiasi Game Indonesia), Orlando Nandito (Samsung Developer Warrior, AGI) dan Risman Adnan (Director SW R&D - Samsung R&D Indonesia).

Sementara itu, CIO Nusantara Beta Studio Sidiq Permana mengisi sesi aplikasi untuk berbagi ilmu dan pengalamannya. Posisinya sebagai Google Developer Expert Android menambah bobot penyelenggaraan event ini. Selain Sidiq, sejumlah pakar akan tampil seperti VP Technology-Helpster Company Limited Nurendratoro Singgih, CEO Gits Indonesia Ibnu Sina Wardy dan Engineer Dicoding Indonesia Nur Rohman.



Sesi lainnya adalah Chatbut & Cloud yang akan dipandu oleh Audience Evangelism Manager-Microsoft Irving Hutagalung, Software Engineer LINE Indonesia Rasmunandar Rustam, Engineer Dicoding Indonesia Habibi Mustafa dan Managing Director Rabya Labs Teknologi Puja Pramudya.

Seperti halnya BDD Surabaya, Jayapura dan Batam, Bekraf juga menggandeng Dicoding Indonesia untuk menyelenggarakan even ini yang didukung Asosiasi Game Indonesia, Dicoding Elite, Google Developer Expert, Intel Innovator, Komunitas ID-Android, Samsung Developer Warrior, dan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya di Indonesia. (afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed