Ledakan kecerdasan buatan (AI) di Silicon Valley melahirkan kelas miliarder baru yang masih muda, namun sudah kaya untuk hidup mewah di deretan rumah megah di California.
Meski ada kekhawatiran terjadi bubble, pasar AI bersiap mencapai puncak tahun ini seiring rencana Anthropic untuk IPO dengan valuasi USD 1 triliun atau lebih. Bahkan startup dan perusahaan keuangan kurang dikenal pun meraup miliaran dolar karena investor berusaha meraup keuntungan.
Terdapat lebih dari 80 miliarder AI dalam daftar tahunan orang terkaya dunia Forbes, dengan total kekayaan USD 2,9 triliun. Dan 45 di antaranya baru masuk daftar tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami lihat banyak orang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an punya akses ke dana besar. Demografinya jadi lebih muda karena betapa cepat valuasi perusahaan-perusahaan tersebut tumbuh" ujar Alexander Fromm Lurie, agen real estat San Francisco di City Real Estate.
Di bawah ini beberapa contoh generasi baru miliarder teknologi muda AI di Silicon Valley, dikutip detikINET dari NY Post:
Lucy Guo, 31 tahun: Co-founder ScaleAI
Lucy Guo mengumpulkan sebagian besar kekayaan yang mencapai USD 1,3 miliar dari mendirikan ScaleAI pada usia 21 tahun. Startup ini melabeli data berkualitas tinggi yang menggerakkan teknologi AI.
Tahun lalu, ia menggeser Taylor Swift sebagai miliarder wanita termuda yang merintis kekayaan sendiri berkat 5% sahamnya di ScaleAI, perusahaan yang ia tinggalkan tahun 2018. Saham ScaleAI dibeli Meta dan sejak itu melonjak menjadi USD 29 miliar.
Guo membagi waktu antara Los Angeles, tempat ia membeli rumah mewah USD 30 juta di kawasan Hollywood Hills dan sebuah kondominium mewah di Miami.
Leopold Aschenbrenner, 24 tahun: Investor AI
Leopold Aschenbrenner dijuluki "Nostradamus-nya AI dengan dana lindung nilai miliknya yang fokus pada AI, Situational Awareness LP. Kekayaan bersihnya diperkirakan USD 300 juta.
Pria kelahiran Jerman ini tinggal di San Francisco dan dana investasinya, didorong oleh laporan kepemilikan saham USD 5 miliar di Anthropic, beraset USD 45 miliar pada puncaknya.
Aschenbrenner pun membeli rumah bersejarah seharga hampir USD 20 juta di lingkungan elit Nob Hill, San Francisco, yang dilengkapi lapangan golf mini, pemandangan Teluk San Francisco, dan kebun apel pribadi.
Brendan Foody, Adarsh Hiremath, Surya Midha, 23 tahun: Co-founder Mercor
Tiga mantan teman sekelas SMA dari San Jose tahun lalu dinobatkan sebagai miliarder self made termuda. Ketiganya putus kuliah untuk fokus meluncurkan Mercor, startup AI untuk membantu perusahaan merekrut karyawan baru.
Foto: NY Post |
Bisnis tersebut lalu beralih ke pelabelan data, mirip ScaleAI, dan pendapatan pun melonjak. Putaran pendanaan sebesar USD 350 juta yang memberi valuasi Mercor sebesar USD 10 miliar membuat masing-masing memiliki kekayaan sekitar USD 2,2 miliar. Namun, ketiga pemuda ini belum dilaporkan melakukan pengeluaran mewah.
Steven Hao, 30 tahun: Co-founder Cognition
Steven Hao sebelumnya engineer di Scale AI. Akhir 2023, Hao ikut mendirikan Cognition AI untuk fokus pada AI otonom. Perusahaan ini meluncurkan Devin awal tahun 2024, agen AI yang mampu merencanakan, menulis kode, dan mengeksekusi tugas software.
Valuasi startup ini meroket setelah berbagaipendanaan hingga mencapai hampir USD 10,2 miliar dan membuat kekayaan bersihnya berkisar USD 1,3 miliar. Belum ada laporan mengenai pembelian gila-gilaan yang dilakukan Hao.
Aravind Srinivas, 32 tahun: CEO Perplexity
Aravind Srinivas diperkirakan kekayaannya sekitar 2,1 miliar. Agustus 2022, setelah bekerja sebagai peneliti AI di perusahaan seperti Google dan OpenAI, ia ikut mendirikan Perplexity.
Perplexity adalah mesin penjawab AI yang dirancang menggantikan mesin pencari tradisional seperti Google. Perusahaan ini mencapai valuasi USD 20 miliar tahun 2025. Bos teknologi muda ini mengaku mendedikasikan hampir seluruh waktunya untuk membangun perusahaannya.
Srinivas tampaknya menghabiskan sebagian besar kekayaannya untuk membantu mengembangkan perusahaan lain. Ia mengalokasikan modal sebagai angel investor di startup teknologi dan AI tahap awal.
Yuhai Wu, 31 tahun: Co-founder xAI
Yuhuai Wu ikut mendirikan perusahaan AI milik Elon Musk, xAI. Kekayaan pastinya tak diketahui, meski dipastikan melonjak setelah SpaceX mengakuisisi xAI, dengan valuasi gabungan USD 1,25 triliun.
Lahir di China, Wu meninggalkan xAI setelah akuisisi tersebut dan kemungkinan jadi jauh lebih kaya pasca IPO SpaceX. Wu baru-baru ini membeli rumah USD 70 juta di tepi danau di San Mateo County dengan banyak kamar tidur, kamar mandi, dan fasilitas olahraga. Sebelumnya, ia juga membeli rumah di Los Altos seharga USD 12 juta.
