Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Samsung Gelar Lomba ICT Berhadiah US$ 500 Ribu

Samsung Gelar Lomba ICT Berhadiah US$ 500 Ribu


- detikInet

Jakarta - Samsung, produsen peralatan elektronik dan telekomunikasi, akan menggelar lomba ICT (information, communication and technology) yang bertajuk DigitAll Hope 2005. Perlombaan itu disebut sebagai program untuk menjembatani kesenjangan teknologi berbasis informasi dan komunikasi (ICT), di kalangan anak muda yang kurang mampu dari segi ekonomi dan secara fisik.Menurut Menristek Kusmayanto Kardiman yang bertindak sebagai juri dalam lomba itu, ada banyak orang (khususnya anak muda) yang berpotensi untuk memajukan dunia ICT, hanya sayangnya terbentur dengan masalah keuangan dan kemampuan jasmani. "Maka kami para ABG (Akademicus, Businessman, dan Government-red) seharusnya bisa menjembatani kesenjangan ABG (anak baru gede-red) yang lain," kata Kusmayanto kepada wartawan di Hotel Mulia Jakarta, Selasa (2/8/2005). "Bagaimana dengan ICT kita bisa menjembatani jurang antara yang gaptek dengan yang tidak. Apalagi karena terpaksa" jelasnya.Lomba yang akan diikuti oleh wakil dari tujuh negara di Asia Pasifik, bertujuan untuk mencari solusi ICT yang bisa memberikan pengaruh dalam kehidupan, bisa berkesinambungan dalam memberikan keuntungan dalam jangka waktu panjang, serta memungkinkan untuk dilaksanakan.Menurut Armein Z.R. Langi, salah satu juri nasional yang sehari-hari bertugas sebagai Ketua Pusat Sumber Daya Informasi Institut Teknologi Bandung, TI harus dikemas dengan baik dan menarik. Apabila tidak, maka misi untuk menjembatani kesenjangan tidak akan terwujud. Negara-negara dari Asia Pasifik yang ikutserta dalam lomba tersebut yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Australia."Dari daftar negara yang ikut serta, pas sekali. Berhubung negara-negara tersebut termasuk yang rendah dalam penggunaan TI," kata Armein.Pihak yang ingin mengikuti perlombaan, harus memenuhi kriteria di atas. Proposal program yang diajukan terbuka untuk umum dan organisasi nirlaba di Indonesia. Sebelum dilombakan ke kontes internasional, peserta harus melalui proses penjurian nasional terlebih dahulu.Menurut Direktur Samsung Elektronik Indonesia Lee Kang Hyun, keuntungan yang diperoleh Samsung berasal dari pembelian produk oleh masyarakat. Untuk itu, Samsung merasa harus mengembalikan sebagian dari keuntungannya ke masyarakat."Samsung ingin dekatkan pemerintah dan pemuda dengan TI (teknologi informasi)," kata Lee.Irwin Dwikustanto, Pimpinan Proyek dari Yayasan Mitra yang merupakan juara lomba DigitAll Hope tahun lalu mengungkapkan, tuna netra termasuk di dalam kelompok masyarakat yang haknya terdiskriminasikan oleh sistim kekuasaan negara dan budaya akibat ketidakseimbangan akses ICT.Menurutnya, salah satu ketidakseimbangan itu di bidang teknologi komputer yang merupakan penunjang komunikasi untuk mempermudah pekerjaan.Tuna netra di Indonesia diperkirakan berjumlah 1,5 persen (3 juta) dari jumlah penduduk 200 juta manusia. Perkuat ImageLee memaparkan program dibuat tidak hanya sebagai ajang promosi. "Bukan hanya sebagai ajang promosi saja buat Samsung kepada masyarakat, tapi juga supaya perusahaan lain ikut membuat acara seperti ini," kata Lee "Tapi secara tidak langsung, brand kami juga turut naik," tambahnya.Lee dengan bangga menyebutkan prestasi yang dicapai Samsung dengan meraih penghargaan dari Superbrands Award. Samsung menempati peringkat kedua untuk merek berbasiskan teknologi."Sony tetap perusahaan elektronik nomor satu. Tapi dengan usaha yang kita lakukan, kita bisa menempati peringkat dua tahun ini dan Sony di peringkat 27 dalam Superbrands," papar Lee. (rou/)







Hide Ads