Rabu, 11 Jul 2018 15:38 WIB

Israel akan Mendarat di Bulan Tahun Depan

Indissa Salsabila - detikInet
Pendaratan di Bulan oleh NASA. Foto: dok. NASA Pendaratan di Bulan oleh NASA. Foto: dok. NASA
Jakarta - Israel berharap dapat menjadi negara berikutnya setelah Amerika Serikat, Rusia, dan China melakukan misi pendaratan di Bulan.

Dengan bantuan roket SpaceX Falcon 9, Israel yakin bisa meluncurkan pesawat luar angkasanya pada Desember tahun ini. Misi yang belum diberi nama ini upaya bersama sebuah perusahaan swasta di Israel bernama Israel Aerospace Industries dan organiasasi non-profit SpaceIL.

Pekan ini, tim pesawat luar angkasa Rusia mengumumkan targetnya untuk bisa mendarat di Bulan pada 13 Febuari 2019. Namun mereka belum menyebutkan tanggal pasti kapan pesawat luar angkasa tersebut diluncurkan pada Desember mendatang.



Dikutip detikINET dari Cnet, Rabu (11/7/2018), butuh waktu sekitar dua bulan hingga akhirnya pesawat luar angkasa dapat mencapai tujuannya setelah peluncuran.

SpaceIL dan Israel Aerospace Industries telah mengumpulkan dana sebesar USD 88 juta atau setara Rp 1,3 triliiun dari donatur swasta untuk mendanai proyek tersebut selama delapan tahun terakhir.

Peluncuran pesawat luar angkasa ini akan menjadi sebuah kebanggaan bagi Israel yang kini berusia 70 tahun.

"Hal ini merupakan sebuah pencapaian nasional yang akan menempatkan Israel pada peta luar angkasa dunia," kata Presiden SpaceIL Morris Khan.

Memiliki tinggi 1,5 meter dengan bobot 600 kg, pesawat antariksa milik Israel akan menjadi pesawat luar angkasa terkecil yang pernah mendarat di bulan.

Ketika mendarat, pesawat ini akan menggunakan kamera untuk mengambil foto dan video dari permukaan bulan. Teknologi ini juga akan mengukur lapangan magnetik bulan pada lokasi pendaratan menggunakan magnometer.



Pesawat luar angkasa rakitan SpaceIL dan Israel Aerocraft Industries ini akan diluncurkan ke luar angkasa dari Cape Canavarel, Florida, Amerika Serikat, sebagai muatan sekunder bersama dengan satelit yang ada pada roket SpaceX.

Sebelumnya, roket ini menjalani pengujian akhir yang berlangsung selama beberapa bulan untuk memastikan pesawat dapat bertahan dari kerasanya peluncuran, penerbangan, dan pendaratan. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed