Senin, 09 Jul 2018 12:37 WIB

Elon Musk Pamer Kapal Selam Penyelamat Korban Gua Thailand

Muhamad Imron Rosyadi, Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Kapal Selam Mini Buatan Elon Musk. Foto: Twitter/ElonMusk Kapal Selam Mini Buatan Elon Musk. Foto: Twitter/ElonMusk
Jakarta - Ujaran CEO SpaceX, Elon Musk, yang ingin membuat kapal selam mini untuk menyelamatkan korban gua di Thailand ternyata bukan isapan jempol belaka. Baru-baru ini, ia memperlihatkan karyanya tersebut sedang menjalani proses uji coba sebelum bisa benar-benar bisa digunakan untuk menyelamatkan orang.

Melalui akun Twitter miliknya, pria berjuluk Iron Man ini menunjukkan proyek terbarunya tersebut sedang melakukan tes di sebuah kolam renang yang terletak di Palisades Charter High School, Los Angeles, Amerika Serikat. Sejumlah penyelam pun tampak ditugaskan untuk membawa kapal selam mini berbobot sekitar 40 kilogram tersebut.

Kapal selam mini itu pun juga tampak melewati berbagai rintangan di dalam kolam renang. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya dalam melakukan uji coba terhadap kemampuan kapal selam tersebut saat melewati medan sempit dan sulit, seperti di Gua Tham Luang, Thailand, yang merupakan lokasi terperangkapnya tim sepakbola beranggotakan 13 orang itu.


Pria yang juga menjabat sebagai CEO Tesla dan The Boring Company tersebut mengatakan bahwa kapal selam berdiameter 31 cm itu dijadwalkan dapat sampai di Thailand malam ini. Hal tersebut diungkapkannya dalam sebuah kicauan lewat akun Twitter miliknya.

Ia berharap kapal selam mini tersebut dapat membantu tim penyelamat dalam mengeluarkan para korban dari dalam gua. Jika tidak, Elon mengatakan proyeknya tersebut dapat digunakan untuk situasi serupa di masa depan.

Menariknya, kapal selam tersebut ternyata tidak hanya bisa digunakan di bawah air. Dalam sebuah tweet yang ia unggah, proyeknya tersebut juga bisa digunakan sebagai alat penyelamat di luar angkasa dengan sejumlah pengembangan.

Sampai saat ini, tim penyelamat sudah berhasil mengeluarkan empat remaja dari total 13 korban yang terdiri atas 12 orang berusia antara 11-16 tahun serta seorang pelatih berumur 25 tahun. Korban yang sudah diselamatkan disebut berhasil keluar dalam keadaan sehat.


















(mon/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed