Minggu, 08 Jul 2018 09:44 WIB

Selamatkan Korban Gua Thailand, Elon Musk Bikin Kapal Selam

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Elon Musk. Foto: Getty Images Elon Musk. Foto: Getty Images
Jakarta - Belum lama ini, CEO SpaceX, Elon Musk, mengatakan bahwa dirinya akan sangat senang jika ia bisa membantu 12 remaja dan seorang pelatih sepakbola yang terjebak dalam gua di Thailand. Ucapannya pun ternyata bukan hanya omong kosong belaka.

Melalui akun Twitter miliknya, pria berjuluk Iron Man ini mengatakan bahwa ia sudah mendapat banyak masukan dari ahli gua d Thailand mengenai kondisi tempat yang membuat 13 orang tersebut terjebak di dalamnya. Hal tersebut diakuinya berguna dalam membangun alat penyelamat yang bisa membawa para korban keluar dari gua.

"Mendapat banyak masukan bagus dari ahli gua di Thailand. Informasi tersebut akan digunakan untuk mendesain semacam kapsul yang mungkin cukup aman untuk dicoba membawa para korban," tulisnya.


Pada kicauan berikutnya, ia menjelaskan mengenai kapal selam ukuran anak-anak sebagai kapsul yang dimaksudnya pada cuitan sebelumnya. Tweet ini dibuatnya menjadi thread singkat.

"Mendapat lebih banyak masukan yang bagus dari Thailand. Tujuan primernya saat ini adalah sebuah kapal selam ukuran anak-anak yang menggunakan tabung pengirim oksigen cair dari roket Falcon sebagai lambung kapal. Cukup ringan untuk dibawa dua penyelam, cukup kecil untuk melewati celah-celah. Ini sungguh kuat," tulis Elon.

Kicauannya ini mendapat respons dari netizen, yang dibalasnya sekaligus untuk menjelaskan lebih detail mengenai konstruksi dari kapal selam mini tersebut. Satu fitur yang dikatakan Elon akan berada di kendaraan bawah air tersebut adalah sebuah pemutar musik agar orang di dalamnya tidak mengalami stress, atau paling tidak menguranginya.

Dibuatnya kapal selam ukuran anak-anak tersebut merupakan tindak lanjut dari kedatangan para teknisi dari SpaceX dan The Boring Company ke Negeri Gajah Putih. Hal ini juga sempat diumumkan oleh Elon melalui akun Twitter miliknya.

Sebelumnya, pria berusia 47 tahun ini juga menulis sejumlah cuitan dalam menawarkan bantuan untuk para korban yang terjebak di gua bernama Tham Luang tersebut. Ia mengatakan bahwa perusahaannya, The Boring Company dan Tesla, memiliki sejumlah fasilitas dan teknologi yang sedikit banyak mampu membantu menolong para korban.












(mon/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed