googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/inet/pop_ups', 'div-gpt-ad-1540563574169-0').addService(googletag.pubads());
Rabu, 27 Jun 2018 14:09 WIB

Facebook Batalkan Proyek Drone Internet, Kenapa?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Drone internet Facebook. Foto: Mashable Drone internet Facebook. Foto: Mashable
Jakarta - Facebook baru saja mengumumkan pembatalan proyek drone bertenaga surya yang digunakan untuk menyebarkan internet. Proyek yang dinamakan Aquila ini awalnya ditujukan untuk menyebarkan internet di daerah yang belum mendapatkan akses internet.

Director of Engineering Facebook Yael Maguire mengumumkan bahwa Facebook memutuskan untuk tidak merancang atau membangun pesawat terbangnya sendiri dan akan menutup fasilitasnya di Bridgewater.

Tetapi, perusahaan yang bermarkas di Menlo Park ini tetap akan bekerja sama dengan mitra seperti Airbus untuk mengembangkan High Altitude Platform Stations (HAPS) seperti Aquila.



"Ke depannya, kamu akan terus bekerja dengan mitra seperti Airbus dalam konektivitas HAPS secara umum, dan dalam teknologi lainnya yang dibutuhkan untuk membuat sistem ini bekerja, seperti komputer untuk mengontrol penerbangan dan baterai berkepadatan tinggi," kata Maguire dalam keterangannya, seperti dikutip detikINET dari TechCrunch, Rabu (27/6/2018).

Proyek ini sendiri sudah berjalan sejak tahun 2014, dan Facebook melakukan uji coba terbang pertama pada tahun 2016. Tetapi, uji coba ini diwarnai banyak kegagalan struktural, pendaratan keras, dan diikuti dengan investigasi oleh NTSB.

Kebijakan untuk membatalkan proyek ini muncul hanya sebulan setelah Business Insider melaporkan bahwa kepala dan teknisi utama Aquila meninggalkan proyeknya. Hal ini dikarenakan proposal untuk mengembangkan proyek ini lebih jauh dengan melakukan perancangan ulang dan membangun hangar pribadi ditolak.

Facebook sendiri bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang mengembangkan kendaraan seperti ini. Perusahaan induk Google, Alphabet juga baru saja mematikan program drone internet Titan miliknya, walaupun mereka masih memiliki Project Loon yang mengandalkan balon udara raksasa. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed