Kamis, 21 Jun 2018 16:47 WIB

Kedekatan Google dan Huawei Cemaskan Pemerintah AS

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Amanda Rachmadita Foto: Amanda Rachmadita
Jakarta - Legislator Amerika Serikat mengirimkan surat kepada CEO Google Sundar Pichai yang menyatakan kekhawatiran atas kerja sama strategis antara Google dan Huawei.

Kerja sama ini dianggap dapat mengancam konsumen dan keamanan nasional AS, mengingat dugaan bahwa Huawei memiliki hubungan dengan pemerintah China.

Surat ini juga menyebut keputusan Google yang memutuskan kontraknya dengan Departemen Pertahanan AS untuk menyediakan kecerdasan buatan (AI) kepada Project Maven. Keterlibatan Google dalam proyek ini menimbulkan kontroversi di kalangan pegawainya dan juga akademisi.

"Kami mendorong anda untuk mempertimbangkan kemitraan Google dengan Huawei, terutama setelah perusahaan anda baru saja menolak untuk memperbarui kemitraan penelitian penting, Project Maven, dengan Departemen Pertahanan," kata surat tersebut, seperti dikutip detikINET dari CNET, Kamis (21/6/2018).



"Meskipun kami menyesal karena Google tidak ingin melanjutkan tradisi kolaborasi yang panjang dan bermanfaat antara militer dan perusahaan teknologi, kami lebih kecewa karena Google lebih memilih untuk mendukung Partai Komunis China daripada militer AS," lanjut isi surat tersebut.

Surat ini merupakan upaya bipartisan yang ditandatangani oleh senator dan anggota DPR dari Partai Republik dan Partai Demokrat. "Kongres sedang mempertimbangkan sejumlah langkah bipartisan untuk mengatasi ancaman dari Huawei," tulis legislator dalam surat tersebut.

"Dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah federal akan mengambil langkah lebih jauh untuk melindungi jaringan telekomunikasi dari Huawei dan perusahaan semacamnya," ucap surat tersebut.

Google sendiri mengatakan akan merespon semua pertanyaan yang dilayangkan legislator. "Seperti perusahaan AS lainnya, kita memiliki perjanjian dengan lusinan OEM di seluruh dunia, termasuk Huawei," kata perwakilan dari Google.

"Kita tidak memberikan akses khusus kepada data pengguna Google sebagai bagian dari perjanjian ini, dan perjanjian kami termasuk privasi dan perlindungan keamanan data pengguna," ujarnya.



Surat ini menjadi isu baru yang harus dihadapi Huawei karena dugaan mereka memiliki hubungan dengan pemerintah China dan dapat mengancam keamanan nasional suatu negara.

Sebelumnya, pemerintah Australia juga direkomendasikan oleh agensi intelijen untuk tidak mengikutkan Huawei dalam tender pengadaan jaringan 5G di negara Kanguru tersebut karena alasan ancaman terhadap keamanan nasional. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed