Selasa, 19 Jun 2018 21:19 WIB

Lensa Makro Bisa Jadi Modal Buktikan Bumi Bulat

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Ilustrasi Kiagus/detikcom Foto: Ilustrasi Kiagus/detikcom
Jakarta - Punya skill fotografi? Tidak ada salahnya diterapkan untuk mencari tahu asal usul pemikiran nyeleneh para penganut teori Bumi datar.

Seorang teknisi bernama Jeff Lau mempunyai caranya tersendiri untuk membuktikan bahwa bentuk Bumi adalah bulat, bukan datar seperti yang dikatakan oleh para penganut paham flat earth. Teknik fotografi menjadi modal utamanya dalam melakukan pembuktian tersebut.

Dalam eksperimennya ini, Jeff memanfaatkan sebuah bola basket sebagai objek yang dipotret. Sisanya, yang ia butuhkan adalah keperluan fotografi seperti kamera, lensa, penerangan lewat hadirnya dua buah lampu meja dan cahaya matahari yang masuk melalui kaca jendela, tripod, serta remote shutter.


Melalui sebuah unggahannya di media sosial Imgur, Jeff menyebutkan bahwa dirinya menggunakan kamera Nikon P900 dan lensa makro Raynox DCR-150 untuk mengambil gambar. Tak ketinggalan, teknisi spesialis perangkat lunak juga memberi tahu bahwa ia menyetel kameranya pada mode manual agar dapat lebih leluasa dalam mengatur fokus dan exposure.

Pada percobaannya ini, Jeff ingin mendemonstrasikan bagaimana lengkungan yang dimiliki Bumi tampak dalam sebuah foto. Untuk itu, ia pun melakukan zoom sedekat mungkin terhadap objek sebagai usahanya dalam menunjukkan seberapa kecil horizon dapat terlihat datar.

Behind the Scenes: Flat Basketball Proof



"Dengan melihat foto saya, sangat mudah untuk membayangkan menjadi makhluk mungil di permukaan bola basket. Dari perspektif makhluk mungil tersebut, horizon dari bola basket akan selalu tampak datar," ujar Jeff, sebagaimana detikINET kutip dari The Independent, Selasa (19/6/2018).

Menariknya, pria berusia 36 tahun tersebut menambahkan, dirinya ingin memperjelas bahwa foto-fotonya tidak membuktikan Bumi berbentuk bulat. Lantas, makna apa yang tersimpan di dalam hasil jepretannya tersebut?

"Ini hanya membuktikan, dengan cara yang mudah dipahami, permukaan yang melengkung dapat tampak datar. Ini membuktikan dasar dari segala pemikiran para penganut teori Bumi datar sejatinya adalah pemikiran yang tidak kuat dalam mendefinisikan bentuk Bumi," katanya.


Masih dalam unggahannya di media sosial Imgur, lewat akun bernama UselessPickles miliknya, Jeff mengatakan bahwa panjang permukaan bola basket yang tertangkap kamera adalah 4,2 milimeter. Lalu, ia memotongnya sehingga menyisakan garis horizon sepanjang sekitar 2,75 milimeter.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa bola basket tersebut merupakan buatan Baden yang memiliki keliling sepanjang 29,5 inch, atau sekitar 749,3 milimeter. Ia pun membandingkannya angka tersebut dengan keliling yang dimiliki oleh Bumi.

Planet Biru yang dihuni manusia tersebut memiliki keliling sekitar 40.075 kilometer. Jika dibandingkan dengan keliling dan horizon pada bola basket hasil percobaan Jeff, maka garis khatulistiwa yang bisa dilihat manusia di Bumi adalah 147 kilometer, atau hanya sekitar 3% dari keliling Bumi, sehingga lengkungan yang ada akan tampak datar.

(mag/mag)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed