Hampir Dipecat, Elon Musk Lolos dari Lubang Jarum
Hide Ads

Hampir Dipecat, Elon Musk Lolos dari Lubang Jarum

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Kamis, 07 Jun 2018 13:07 WIB
Elon Musk. Foto: REUTERS/Joe Skipper/
Jakarta - Dalam beberapa bulan terakhir, Elon Musk bersama Tesla mengalami sejumlah masalah yang membuat produksi salah satu mobil buatannya, Model 3, jadi terhambat. Tuduhan bahwa Tesla memiliki standar keamanan yang buruk bagi pekerja serta tidak seimbangnya fasilitas perusahan menjadi sejumlah isu yang menerpa produsen mobil listrik tersebut.

Puncaknya adalah ditundanya peluncuran dari Model 3 itu sendiri, yang notabene sudah ditunggu sejak lama oleh ratusan ribu pembelinya. Hal tersebut pun menimbulkan rasa frustrasi tersendiri bagi para pemegang saham, sekaligus mempertanyakan proses manufaktur yang diterapkan oleh Elon Musk.

Buntutnya, muncul permohonan untuk melengserkan Elon Musk dari jabatannya sebagai chairman Tesla. Adalah Jing Zhao, pemegang saham yang menginisiasi permintaan tersebut. Permohonan itu diajukan karena dirinya mempertanyakan kemampuan Elon dalam melakukan banyak hal sekaligus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Sebagaimana diketahui, pria berjuluk Iron Man tersebut juga menjabat sebagai CEO di Tesla. Bukan cuma itu saja, ia juga berstatus sebagai CEO dari SpaceX dan The Boring Company, dua perusahaan yang didirikan olehnya.

"Walau struktur kepemimpinan saat ini, yang membuat posisi chairman dan CEO dipegang oleh satu orang, bisa memberikan kepemimpinan yang efektif di Tesla dalam masa-masa awalnya, namun kini situasinya sudah semakin kompetitif dengan perubahan di industri teknologi terus berlangsung secara cepat," ujar Zhao.

"Sangat sulit mengawasi bisnis dan manajemen Tesla, khususnya dalam meredam potensi konflik, ketika menggabungkan posisi CEO dan chairman," katanya meneruskan.

Meski begitu, dalam pertemuan tahunan antara para pemegang saham Tesla, nyatanya Elon masih mendapat suara terbanyak untuk tetap menjabat sebagai chairman dari perusahaan yang berkantor pusat di Palo Alto, California, tersebut. Keputusan itu pun dianggap sebagai anugerah tersendiri bagi Elon.

Pria yang mendirikan Tesla pada 2003 ini mengatakan bahwa perusahaan besutannya telah mengalami beberapa bulan paling mengerikan dan kejam sepanjang sejarah korporasi. Meski begitu, ia turut mengatakan bahwa pihaknya akan mendapatkan hasilnya dari waktu-waktu sulit tersebut.

Dalam pertemuan pemegang saham tersebut, Elon mengatakan bahwa Tesla tengah memproduksi 3.500 unit Model 3 dalam waktu seminggu. Ia pun memperkirakan produksi akan dapat dikebut hingga mencapai 5.000 mobil per pekan pada akhir bulan ini.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa manufaktur akan menjadi sektor terkuat bagi Tesla dalam jangka panjang. Elon pun memperkirakan perusahaannya ini akan bisa memperoleh keuntungan pada Kuartal III dan IV mendatang.

"Kami percaya diri bahwa kami tahu bagaimana mengatasinya, dan kami pun juga sedang mengatasinya," ucapnya terkait dengan isu produksi Model 3, sebagaimana detikINET kutip dari The Washington Post, Kamis (7/6/2018).

"Salah satu kesalahan terbesar yang kami buat adalah mencoba untuk melakukan otomasi terhadap hal-hal yang sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan manusia, namun sangat sulit untuk dilakukan oleh robot," tuturnya menambahkan.



Menurut Steve Blank, dosen kewirausahaan di Stanford University, kemampuan Elon dalam mencari suntikan dana serta meyakinkan para investor untuk memodalkan visi jangka panjangnya merupakan faktor yang membuatnya tidak dilengserkan dari jabatan chairman. Ia pun yakin bahwa Elon akan menjadi eksekutor ide handal, sesuatu yang dianggapnya belum dimiliki CEO Tesla itu.

Selain bertahannya Elon di posisi chairman, pertemuan pemegang saham itu juga mengeluarkan keputusan untuk mempertahankan Antonio Gracias, Kimbal Musk, dan James Murdoch dalam jajaran direksi Tesla. (mon/fyk)
Berita Terkait